Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Rabu, 17 April 2024
home global news detail berita

Berbeda Bukan Berarti Bermusuhan, Islam Buka Ruang Perbedaan Pendapat

Muhajirin Kamis, 04 Januari 2024 - 08:00 WIB
Berbeda Bukan Berarti Bermusuhan, Islam Buka Ruang Perbedaan Pendapat
Wakil Kepala Bidang Penyelenggaraan Peribadatan BPMI, KH. Abu Hurairah Abd. Salam
skyscraper (Desktop - langit7.id)
LANGIT7.ID-, Jakarta- - Wakil Kepala Bidang Penyelenggaraan Peribadatan BPMI, KH. Abu Hurairah Abd. Salam, menegaskan, berbeda bukan berarti harus bermusuhan. Misalnya dalam Pemilu 2024 nanti, setiap individu tentu memiliki pilihannya masing-masing. Namun, perbedaan tersebut bukan berarti menjadi wadah permusuhan.

Dalam Islam, perbedaan hal yang lumrah. Abu Hurairah menjelaskan, perbedaan sudah ada sejak zaman para sahabat Rasulullah SAW. Misalnya perbedaan pendapat antara Bilal bin Rabah dan Sayyidatuna Aisyah Ummul Mu’minin dalam memahami agama, cenderung dengan pemahaman yang kontekstual.

Sementara sahabat seperti Abdullah bin Umar, Anas bin Malik jika memahami apa yang bersumber dari Rasulullahitu cenderung tekstual.

“Dalam Islam, ternyata perbedaan pendapat adalah keniscayaan atau sunnatullah dari dulu sampai sekarang ada ragam pendapat dalam Islam sehingga perlu kedewasaan berfikir dan bijak dalam melihat varian pendapat ulama,” kata Abu Hurairah saat menyampaikan khutbah di Masjid Istiqlal Jakarta, dikutip Rabu (3/1/2024).

Baca juga:BSI Gandeng TNI AD Perluas Inklusi dan Literasi Perbankan Syariah Dalam Negeri

Namun, sebagian masyarakat belum siap menerima perbedaan pendapat tersebut. Mereka menganggap apa yang dipikirkan dan dipelajarinya adalah kebenaran final, sehingga tidak ada lagi ruang dialog dan diskusi. Akibatnya orang yang berbeda pendapat dianggap sebagai lawan dan musuh.

“Pertanyaannya, Apakah berbeda pendapat itu dibenarkan dalam Islam? Apabila kita mengkaji lebih dalam ajaran Islam, maka kita akan dapati masalah yang fundamental, dimana pada wilayah itu, kita tidak diperbolehkan untuk berbeda,” ujar Abu Hurairah.

Namun, tidak semua ajaran Islam itu sifatnya fundamental. Ada banyak bagian-bagian dalam agama itu sifatnya tambahan atau yang biasa di-istilahkan dengan furuiyyah.

“Nah, kalau sudah masuk wilayah furuiyah, disitulah kita dibolehkan berbeda. Dalam bidang Aqidah misalnya, disana terdapat masalah yang sifatnya ushul (fundamental) dan juga ada masalah yang sifatnya furu’, begitu pula dalam bidang ibadah, ada masalah yang sifatnya ushul tapi juga ada masalah yang sifatnya furu’,” tutur Abu Hurairah.

Misalnya keyakinan seorang muslim “tidak ada Tuhan selain Allah” adalah masalah ushul/fundamental. Seorang muslim tidak boleh untuk beda pendapat. Tapi, kemudian nanti ada tema pembahasan tentang Allah itu, yang berada pada wilayah yang sifatnya furu’ yang boleh saja berbeda pendapat.

Seperti dalam memahami ayat yang mengungkapkan tentang dzat Allah subhanahu wata'ala, dalam ayat 255 surat Al-Baqarah:

“Mereka tidak mengetahui sesuatu apa pun dari ilmu-Nya, kecuali apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya (ilmu dan kekuasaan-Nya) meliputi langit dan bumi.” (QS. Al-Baqarah: 255)

“Dalam menafsirkan ayat ini, ada orang atau kelompok yang memaknai kursi ya kursi, tidak boleh ditafsirkan menjadi kekuasaan, kelompok ini memahami dan memaknai ayat atau hadits kalau istilah kita sekarang, cenderung dengan pemahaman yang tekstual. Adapun yang menafsirkan kursi pada ayat ini dengan kekuasaan maka mereka dalam memahami hadits dan ayat itu cendrung kontekstual,” kata Abu Hurairah.

(ori)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Rabu 17 April 2024
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:03
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan