Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 14 Juni 2024
home masjid detail berita

Belajar dari Rasulullah SAW, Memperlakukan Keluarga Lewat Tiga Cara Ini

esti setiyowati Jum'at, 19 Januari 2024 - 20:00 WIB
Belajar dari Rasulullah SAW, Memperlakukan Keluarga Lewat Tiga Cara Ini
ilustrasi
LANGIT7.ID-, Jakarta- - Dalam Islam, pernikahan merupakan ibadah yang sangat dianjurkan oleh Nabi Muhammad shalallahu alaihi wassalam. Perkawinan dianggap sebagai kesatuan agama dan sakral yang melaluinya unit sosial – keluarga, terbentuk dan di mana pasangan dapat hidup bersama dalam damai dan ketenangan.

Karena itu, penting bagi setiap Muslim untuk merefleksikan tujuan dan memahami makna pernikahan dari panduan agama Islam.

Kehidupan keluarga Rasulullah SAW menjadi teladan terbaik bagi umat Islam di dunia. Nabi Muhammad SAW adalah seorang suami, ayah dan kakek yang efektif, bertanggung jawab dan penuh kasih sayang.

Menyadur laman Muslim.sg, berikut tiga cara Rasulullah dalam memperlakukan keluarganya:

1. Takwa, saling mencintai dan menghargai

Nabi Muhammad s.a.w. mengajarkan kepada umatnya bahwa kunci kesuksesan pernikahan dan keluarga bahagia adalah hubungan yang sehat antara suami dan istri.

Untuk mencapai ketentraman dalam sebuah pernikahan, harus ada rasa saling mencintai dan menghormati antara suami dan istri.

Rasulullah dikenal baik hati, lemah lembut, pengertian, pemaaf dan hormat terhadap rumah tangganya.

Saling mencintai memperindah sebuah pernikahan, namun memiliki ketaqwaan (kesadaran akan Tuhan) adalah faktor yang paling penting karena cinta bisa memudar seiring berjalannya waktu.

Jika cinta memang memudar, Islam tetap menekankan pentingnya saling menghormati antara suami dan istri.

Salah satu ulama besar generasi awal Islam (Tabi'un), Hasan Al-Bashri, pernah berpesan kepada seorang ayah yang sedang menanyakan ciri-ciri yang harus diperhatikan dalam memilih calon suami bagi putrinya:

“Berikan dia kepada laki-laki yang bertaqwa. Jika dia mencintai putrimu, dia akan memperlakukannya dengan baik, dan jika dia membencinya, dia tidak akan menindasnya.”

2. Memperlakukan keluarga dengan baik

Seseorang belum dipandang Allah sebagai mukmin seutuhnya jika ia tidak memperlakukan keluarganya dengan baik.

Mukmin sejati adalah yang berpegang teguh pada ajaran Nabi Muhammad SAW secara menyeluruh, dan tidak memilih-milih hanya berdasarkan kecenderungan pribadinya.

Nabi Muhammad SAW tumbuh di masa ketika perempuan hanya mempunyai sedikit hak. Masa itu, perempuan dianggap inferior dan seringkali diperlakukan sebagai properti.

Saat memperkenalkan Islam, Rasulullah menyerukan kepada semua orang untuk memperlakukan perempuan dengan rasa menghargai dan menghormati.
Diriwayatkan dari Ibnu Abbas r.a. bahwa Nabi SAW dikatakan,

مَا مِنْ رَجُلٍ تُدْرِكُ لَهُ ابْنَتَانِ فَيُحْسِنُ إِلَيْهِمَا مَا صَحِبَ

“Tidak ada laki-laki yang kedua putrinya telah baligh lalu dia memperlakukan mereka dengan baik selama mereka bersama, namun mereka akan memberinya tiket masuk surga.” (Sunan Ibnu Majah)

Kebaikan adalah jenis romansa yang paling sah. Ibnu Abbas r.a. meriwayatkan bahwa Nabi SAW dikatakan:

خَيْرُكُمْ خَيْرُكُمْ لِأَهْلِهِ وَأَنَا خَيْرُكُمْ لِأَهْلِي

“Sebaik-baik kalian adalah yang terbaik terhadap keluarganya, dan akulah yang terbaik terhadap keluargaku.” (Sunan At-Tirmizi)

Abu Hurairah r.a. meriwayatkan bahwa Nabi s.a.w. dikatakan:

أَكْمَلُ الْمُؤْمِنِينَ إِيمَانًا أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا وَخِيَارُكُمْ خِيَار ُكُمْ لِنِسَائِهِمْ خُلُقًا

“Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah orang yang paling baik akhlaknya. Dan sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap wanitanya.”

(Sunan At-Tirmizi)

Rasulullah kaya akan keteladanan dalam kebaikan yang ditunjukkan kepada keluarganya, khususnya kepada istri-istrinya.

Saat menunjukkan rasa sayang, ia akan berbaring di pangkuan Sayyidah Aisyah dan memanggilnya dengan julukan 'Humaira' yang berarti 'si merah', mengacu pada kulitnya yang putih.

Nabi Muhammad SAW juga akan melakukan pekerjaan rumah tangga dan mencuci pakaiannya sendiri tanpa merepotkan istrinya.

Bahkan ketika kesabarannya diuji, dia tidak pernah berbuat jahat dalam perkataan atau perbuatannya. Apakah kita memperlakukan pasangan kita dengan cara yang sama?

3. Komunikasi menjadi kunci

Berbicara dengan lemah lembut merupakan salah satu ciri Nabi Muhammad SAW. Nabi tidak pernah menggunakan kata-kata kasar kepada siapa pun. Dia sangat lembut terhadap istri dan anak-anaknya, bahkan ketika ada kebutuhan untuk mengoreksi mereka.

Ada banyak komunikasi di rumah Nabi. Nabi Muhammad SAW menghormati dan menghargai istrinya serta kontribusi dan pendapat mereka. Dia mendengarkan, menerima masukan dan memperhatikan nasihat mereka.

Nabi Muhammad SAW sangat mencintai putrinya Fatimah sehingga setiap kali dia melihatnya masuk, dia akan berdiri, menciumnya dan menyuruhnya duduk di tempat dia duduk.

Tindakannya terhadap keluarganya memberikan cerminan jelas nilai-nilai yang dijunjungnya. Kelembutannya dalam memperlakukan istri dan anak-anaknya memberikan contoh bagi umat Islam untuk meneladaninya saat berinteraksi dengan keluarga

(ori)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 14 Juni 2024
Imsak
04:29
Shubuh
04:39
Dhuhur
11:57
Ashar
15:17
Maghrib
17:49
Isya
19:03
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan