Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Selasa, 16 April 2024
home masjid detail berita

Makna Penting Tradisi Tadarus Al Quran Saat Ramadhan

tim langit 7 Sabtu, 23 Maret 2024 - 08:00 WIB
Makna Penting Tradisi Tadarus Al Quran Saat Ramadhan
ilustrasi
skyscraper (Desktop - langit7.id)
LANGIT7.ID-, Jakarta- - Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Abdul Muti mengatakan, tradisi tadarus atau tadarusan perlu kita lakukan di bulan suci Ramadhan ini. Karena Ramadhan itu adalah Syahrul Quran, bulan al-qur’an.

Tradisi Al Quran memiliki akar atau memiliki asal-usul yang berkaitan dengan bagaimana Rasulullah SAW dan Malaikat Jibril senantiasa Tadarus di bulan Ramadhan.

Di dalam hadis yang disebutkan di dalam kitab muttafaq alaih hadis yang disepakati oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim yang diriwayatkan dari sahabat Ibnu Abbas disebutkan bahwa pada bulan Ramadhan Jibril selalu bertemu dengan Nabi Muhammad SAW setiap malam di bulan Ramadhan.

Baca juga:Tak Ada Larangan Gunakan Pengeras Suara di Masjid, Simak Ketentuan Lengkapnya

“Jibril dan Nabi Muhammad SAW saling belajar tadarus al-qur’an . Apa yang dilakukan pada saat itu tentu Nabi Muhammad SAW membaca ayat-ayat Al-Qur’an yang sudah diterima wahyunya melalui Malaikat Jibril, dan kemudian Malaikat Jibril menyimak bacaan Nabi Muhammad SAW, dan karena itu maka kemudian ini yang menjadi inspirasi atau yang menjadi akar, latar teologis mengapa kemudian umat Islam menyelenggarakan tradisi tadarus atau tadarusan di bulan Ramadhan,” ujar Mu’ti dikutip Sabtu (23/3/2024).

Mu’ti menegaskan bahwa dalam tadarus itu yang terpenting adalah kita tidak sekadar membaca Al-Qur’an tetapi berusaha untuk memahami, mendalami, dan menghayatinya.

“Kalau kita baca di dalam al-qur’an disebutkan Afala yatadabbarun al-Qur’an Am ‘Ala Qulubin Aqfaluha tidakakkah kamu itu merenungkan al-qur’an dan kamu bisa meresapi al-qur’an itu di dalam lubuk hatimu sehingga di sini sebenarnya menghendaki pengertian bagaimana kita tadarus itu meliputi tiga proses yang pertama itu kita membacanya, kemudian kita memahaminya dan kemudian kita berusaha menelaah dengan sangat mendalam merefleksikan apa yang kita baca,” jelas Mu’ti.



Mu’ti menjelaskan bahwa terdapat dua makna yang dapat diambil dari tradisi tadarusan, pertama karena Ramadan itu adalah bulan di mana Allah SWT menurunkan permulaan Al-qur’an sebagaimana disebutkan di dalam surah Al Baqarah 185 Syahru rama??nalla?? unzila f?hil-qur`?nu.

“Bulan Ramadan itu adalah bulan di mana Allah SWT menurunkan sebagian Al-qur’an, kemudian yang kedua Ramadan itu bulan Al-qur’an, maknanya kita memperbanyak membaca Al-qur’an pada malam hari, pada siang hari, bahkan sebagian ada yang memiliki niat atau komitmen untuk one day one juz,” jelas Mu’ti.



(ori)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Selasa 16 April 2024
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:04
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan