Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Rabu, 17 April 2024
home edukasi & pesantren detail berita

Dari Buku Prof.Dr. Abdul Mu'ti Menjadi Manusia Bertakwa (Seri 6)

nabil Selasa, 26 Maret 2024 - 11:48 WIB
Dari Buku Prof.Dr. Abdul Mu'ti Menjadi Manusia Bertakwa (Seri 6)
skyscraper (Desktop - langit7.id)


LANGIT7.ID-, Jakarta- - Di antara ciri manusia yang bertakwa adalah beriman kepada malaikat. Di dalam Alquran surah Al-Baqarah [2]: 177 disebutkan bahwa di antara ciri manusia yang benar imannya dan bertakwa adalah mereka yang beriman kepada Allah Swt., Hari Akhir, dan malaikat.

لَيْسَ الْبِرَّانْ تُوَلُّوْا وُجُوهَكُمْ قِبَلَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ وَلَكِنَّ الْبِرَّ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَالْمَلْئِكَةِ وَالْكِتُبِ وَالنَّبِيِّنَ

Kebajikan itu bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat, melainkan kebajikan itu ialah (kebajikan) orang yang beriman kepada Allah, hari Akhir, malaikat-malaikat, kitab suci, dan nabi- nabi (Qs. Al-Baqarah [2]: 177)

Beriman kepada malaikat merupakan salah satu dari rukun iman. Beriman kepada malaikat berarti meyakini keberadaan malaikat sebagai makhluk Allah Swt. yang senantiasa mematuhi perintah, bertasbih, dan memuji Allah Swt. Malaikat tidak pernah bermaksiat, membangkang, dan melanggar perintah Allah Swt. Di dalam Alquran surah Al- Baqarah [2]: 30 disebutkan:

وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلْئِكَةِ إِنِّي جَاعِلٌ فِي الْأَرْضِ خَلِيفَةً قَالُوا أَتَجْعَلُ فِيْهَا مَنْ يُفْسِدُ فِيهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَاء وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ قَالَ إِنِّي أَعْلَمُ مَا لَا تَعْلَمُوْنَ

(Ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, "Aku hendak menjadikan khalifah di bumi." Mereka berkata, "Apakah Engkau hendak menjadikan orang yang merusak dan menumpahkan darah di sana, sedangkan kami bertasbih memuji- Mu dan menyucikan nama-Mu?" Dia berfirman, "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui. (QS. Al-Baqarah [2]: 30)

Di dalam Alquran, kata malaikat (jamak) disebutkan sebanyak 68 kali, malak (tunggal/mufrad) disebutkan 10 kali. Di dalam beberapa ayat, beriman kepada malaikat disebutkan berurutan dengan beriman kepada Allah Swt., Rasul, dan Kitab. Allah Swt. berfirman di dalam surah Al- Baqarah [2]: 285.

امَنَ الرَّسُولُ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْهِ مِنْ رَّبِّهِ وَالْمُؤْمِنُوْنَ كُلُّ امَنَ بِاللهِ وَمَلْئِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِّنْ رُّسُلِهِ وَقَالُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ

Rasul (Muhammad) beriman pada apa (Al-Qur'an) yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang mukmin. Masing- masing beriman kepada Allah, malaikat-malaikat- Nya, kitab kitab-Nya, dan rasul-rasul-Nya. (Mereka berkata,) "Kami tidak membeda-bedakan seorang pun dari rasul-rasul-Nya." Mereka juga berkata, "Kami dengar dan kami taat. Ampunilah kami, wahai Tuhan kami. Hanya kepada-Mu tempat (kami) kembali." (QS Al-Baqarah [2]: 285)

Beriman kepada malaikat termasuk beriman kepada yang gaib. Malaikat adalah makhluk gaib (tidak terlihat). Hanya Rasulullah yang dalam keadaan dan saat tertentu. Di dalam surah An-Najm [53]: 13 disebutkan Nabi Muhammad melihat malaikat Jibril a.s. di Sidrat al-Muntaha.

وَلَقَدْ رَأَهُ نَزْلَةً أُخْرَى

Sungguh, dia (Nabi Muhammad) benar-benar telah melihatnya (dalam rupa yang asli) pada waktu yang lain, (Qs. An-Najm [53]: 13)

Bagaimana wujud malaikat, tidak diketahui dengan pasti. Walaupun di dalam Alquran surah Fatir [35]: 1 disebutkan malaikat memiliki sayap.

الْحَمْدُ لِلَّهِ فَاطِرِ السَّمُوتِ وَالْأَرْضِ جَاعِلِ الْمَلبِكَةِ رُسُلًا أُولِي أَجْنِحَةٍ مَّثْنَى وَثُلُثَ وَرُبَعٌ يَزِيدُ فِي الْخَلْقِ مَا يَشَاءُ إِنَّ اللَّهَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Segala puji bagi Allah, Pencipta langit dan bumi yang menjadikan malaikat sebagai utusan-utusan (untuk mengurus berbagai macam urusan) yang mempunyai sayap. Masing-masing (ada yang) dua, tiga, dan empat. Dia menambahkan pada ciptaan- Nya apa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. (Qs. Fatir [35]: 1)

Berapa jumlah malaikat tidak diketahui dengan pasti. Di dalam i'tiqad Ahlussunah diyakini ada sepuluh malaikat. Nama-nama malaikat dan tugasnya disebutkan di dalam Al- quran dan Hadis. Malaikat Jibril a.s. yang disebut juga Ar-Ruh, Al-Amin, dan Ruh Al-Qudus bertugas menyampaikan wahyu (Qs. Asy-Syuara [26]: 193, Qs. An-Nahl [16]: 102),

Kemudian Mikail a.s.: menurunkan hujan (Qs. Al-Baqarah [2]: 98), Israfil a.s.: meniupkan sangkakala (Qs. Az-Zumar [38]: 68), Izrail a.s.: malakul maut; mencabut nyawa (Qs. As-Sajdah [32]: 11). Malaikat Munkar a.s. dan Nakir a.s. sebagaimana disebutkan dalam Hadis yang diriwayatkan Imam Tirmidzi r.a. dari Abu Hurairah r.a. bertugas mengajukan pertanyaan kubur, Raqib a.s. dan Atid a.s. mencatat perbuatan manusia (Qs. Qaf [50]: 17-18, Malik a.s: menjaga neraka (Qs Az-Zukhruf [43]: 77), Ridwan a.s.: menjaga surga.

Beriman kepada malaikat merupakan bagian mendasar dalam akidah, Syariat, dan akhlak Islam. Sebagaimana dijelaskan di dalam Alquran, Allah Swt. menurunkan Alquran sebagai sumber utama Syariat Islam melalui para malaikat, khususnya Malaikat Jibril a.s. Jika manusia tidak beriman kepada malaikat, maka keaslian Al-Quran sebagai wahyu Allah Swt. terputus dan meragukan.

Salah satu alasan kelompok yang menolak kerasulan Nabi Muhammad dan kebenaran Al-Quran adalah bahwa Al-Quran itu karangan dan buatan Nabi Muhammad Penjelasan Al-Quran bahwa Malaikat Jibril a.s. selalu mematuhi Allah Swt. merupakan jaminan bahwa Jibril hanyalah perantara. Semua yang disampaikan Jibril kepada Nabi Muhammad adalah wahyu Allah Swt. Dalam konteks ini dapat beriman kepada Allah Swt, malaikat, rasul, dan Al-Quran disebutkan secara berurutan.

Dalam kaitan dengan akidah dan Syariat, keimanan kepada Allah Swt., malaikat, rasul, dan Kitab merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan.

Dalam hubungannya dengan akhlak, beriman kepada malaikat menumbuhkan kesadaran agar manusia senantiasa berbuat baik, dimana saja dan kapan saja. Selain diketahui oleh Allah Swt., semua perbuatan manusia dicatat oleh malaikat, walaupun perbuatan itu tidak dilihat oleh manusia.

مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ

Tidak ada suatu kata pun yang terucap, melainkan ada di sisinya (Malaikat) Raqib dan Atid. (Qs. Qaf [50]: 18).

Catatan malaikat itu merupakan rekam jejak atau track record, yang dibuka di Hari Hisab, saat dimana lisan terkunci, tangan dan kaki yang bicara. Allah Swt. berfirman di dalam Q.S. Surah Yasin [36]: 65:

الْيَوْمَ نَخْتِمُ عَلَى أَفْوَاهِهِمْ وَتُكَلِّمُنَا أَيْدِيْهِمْ وَتَشْهَدُ أَرْجُلُهُمْ بِمَا كَانُوْا يَكْسِبُوْنَ

Pada hari ini Kami membungkam mulut mereka. Tangan merekalah yang berkata kepada Kami dan kaki merekalah yang akan bersaksi terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan. (Qs. Yasin [36]: 65)

Dalam era digital manusia seringkali tidak sadar dan memungkiri apa yang telah dilakukan. Seseorang bisa saja membantah telah melakukan sesuatu. Tetapi, lewat penelusuran jejak digital, rekaman percakapan lisan dan tulisan dapat dibuka kembali. Demikianlah, manusia yang beriman kepada malaikat akan senantiasa berbuat, berkata, dan berbuat baik karena Allah Swt. walaupun tidak dilihat oleh manusia.

Allahu 'alam.

(lam)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Rabu 17 April 2024
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:03
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan