LANGIT7.ID-, Jakarta- -Di antara ciri manusia yang bertakwa adalah beriman kepada Kitab Allah Swt. Dalam Alquran surah Al-Baqarah [2]: 4 disebutkan bahwa manusia yang bertakwa adalah mereka yang beriman kepada Kitab Allah Swt. yang diturunkan kepada Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam (Alquran) dan Kitab yang diturunkan sebelumnya serta beriman kepada Hari Akhir.
وَالَّذِيْنَ يُؤْمِنُوْنَ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ وَمَا أُنْزِلَ مِنْ قَبْلِكَ وَبِالْآخِرَةِ هُمْ يُوْقِنُونَ
Dan mereka yang beriman pada (Al-Qur'an) yang diturunkan kepadamu (Nabi Muhammad) dan (kitab-kitab suci) yang telah diturunkan sebelum engkau dan mereka yakin akan adanya akhirat. (QS. Al-Baqarah [2]: 4)
Beriman kepada Kitab merupakan salah satu rukun iman dan satu kesatuan dengan iman kepada Allah Swt., malaikat, dan rasul.
Di dalam Alquran disebutkan bahwa Allah Swt. menurunkan Alquran kepada Nabi Muhammad, Taurat (Nabi Musa a.s.), Injil (Nabi Isa a.s.), dan Zabur (Nabi Dawud a.s.). Selain menurunkan Kitab, Allah Swt. juga menurunkan Suhuf kepada para nabi. Sebagian ulama tafsir menjelaskan bahwa Kitab adalah wahyu Allah Swt. yang dibukukan sedangkan Suhuf tidak dibukukan. Allah Swt. menurunkan Suhuf kepada Nabi Ibrahim a.s. (Qs. Al-'Ala [87]: 18-19).
Beriman kepada Al-Quran dan Kitab sebelumnya berarti keimanan kepada para rasul dan kebenaran ajaran yang dibawanya. Meskipun demikian, tidak semua ajaran Kitab terdahulu mutlak diikuti karena sebagian isinya sudah diamandemen oleh Alquran. Allah Swt. berfirman di dalam Qs. Ali Imran [3]: 3-4.
نَزَّلَ عَلَيْكَ الْكِتَبَ بِالْحَقِّ مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيْهِ وَأَنْزَلَ التَّوْرَيةَ وَالْإِنْجِيلَ مِنْ قَبْلُ هُدًى لِلنَّاسِ وَأَنْزَلَ الْفُرْقَانَ إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوْا بِأَيْتِ اللَّهِ لَهُمْ عَذَابٌ شَدِيدٌ وَاللَّهُ عَزِيزٌ ذُو انْتِقَامٍ
Dia menurunkan kepadamu (Nabi Muhammad) Kitab (Al-Qur'an) dengan hak, membenarkan (kitab-kitab) sebelumnya, serta telah menurunkan Taurat dan Inji. Sebelum (turunnya Al-Qur'an) sebagai petunjuk bagi manusia, dan menurunkan Al-Furqan (pembeda yang hak dan yang batil). Sesungguhnya orang-orang yang kufur terhadap ayat-ayat Allah, bagi mereka azab yang sangat keras. Allah Maha Perkasa lagi mempunyai balasan (siksa). (Qs. Ali Imran [3]: 3-4)
Beriman kepada Kitab Allah Swt. berarti mengakui kebenaran, mengikuti, dan mengamalkan ajaran Alquran. Fungsi utama Alquran adalah sebagai petunjuk bagi umat manusia (Qs. Al-Baqarah [2]: 185), orang-orang yang ber- takwa (Qs. Al-Baqarah [2]: 2), dan orang-orang yang beriman (Qs. Yunus [10]: 57).
يَأَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاءَتْكُمْ مَّوْعِظَةً مِّنْ رَّبِّكُمْ وَشِفَاءٌ لِمَا فِي الصُّدُورِ وَهُدًى وَرَحْمَةً لِلْمُؤْمِنِينَ
Wahai manusia, sungguh telah datang kepadamu pelajaran (Al-Qur'an) dari Tuhanmu, penyembuh bagi sesuatu (penyakit) yang terdapat dalam dada, dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang mukmin. (Qs. Yunus [10]: 57)
Selain fungsi utamanya sebagai petunjuk, menurut Imam al-Suyuti dalam al-Itqan fi Ulum al-Qur'an, Al-Quran memiliki 65 nama. Al-Qurthubi dalam al-Tidzkar fi Afdhali al-Adzkar menyebut 50 nama dalam Al-Quran dan 4 nama dalam Hadis. Nama-nama tersebut menunjukkan kedudukan, fungsi, dan manfaat Alquran.
Agar manusia mendapatkan petunjuk Alquran, ada lima hal yang harus dilakukan yaitu membaca, memahami, mengamalkan untuk diri sendiri, mendakwahkan, dan menjadikannya sebagai landasan dalam berbagai aspek kehidupan.
Dalam kehidupan masyarakat muslim sekarang terdapat perkembangan yang mengarah kepada spiritualisasi Al-Quran. Kecenderungan ini ditandai oleh adanya tren hafalan Al-Quran tetapi disertai dengan pemahaman yang mendalam.
Ada juga Kecenderungan rasionalisasi Al-Quran yang ditandai oleh usaha menjelaskan Al-Quran dengan berbagai disiplin ilmu pengetahuan.
Dua tren tersebut cukuplah menggembirakan. Tetapi, yang diperlukan sekarang adalah bagaimana melakukan substansialisasi dan aktualisasi Al-Quran dalam kehidupan. Alquran menjadi sumber ajaran dan nilai yang membentuk masyarakat qur'ani yaitu masyarakat yang kehidupan dan akhlaknya sesuai dengan Al-Quran.
Allahu 'alam.(lam)