Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Rabu, 17 April 2024
home edukasi & pesantren detail berita

Dari Buku Prof.Dr. Abdul Mu'ti Menjadi Manusia Bertakwa (Seri 8)

nabil Kamis, 28 Maret 2024 - 04:14 WIB
Dari Buku Prof.Dr. Abdul Mu'ti Menjadi Manusia Bertakwa (Seri 8)
skyscraper (Desktop - langit7.id)


LANGIT7.ID-, Jakarta- - Di antara ciri manusia yang bertakwa adalah beriman kepada rasul Allah. Di dalam Alquran surah Al-Baqarah [2]: 177 disebutkan bahwa manusia yang bertakwa dan benar imannya adalah mereka yang beriman kepada Allah Swt., Hari Akhir, malaikat, dan para nabi.

لَيْسَ الْبِرَّانْ تُوَلُّوا وُجُوهَكُمْ قِبَلَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ وَلَكِنَّ الْبِرَّ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَالْمَلْئِكَةِ وَالْكِتٰبِ وَالنَّبِيِّنَ

Kebajikan itu bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat, melainkan kebajikan itu ialah (kebajikan) orang yang beriman kepada Allah, hari Akhir, malaikat-malaikat, kitab suci, dan nabi- nabi (Qs. Al-Baqarah [2]: 177)

Dalam Alquran, beriman kepada para nabi dan rasul merupakan tema penting yang dibahas dalam ratusan ayat-ayat Alquran. Dari 114 surah Alquran, terdapat sembilan surah yang menggunanakan nama nabi dan rasul; Yunus (10), Hud (11), Yusuf (12), Ibrahim (14), Thaha (20), Al-Anbiya (21), Luqman (31), Yasin (36), dan Nuh (71). Alquran menjelaskan kisah dan bagaimana perjuangan para rasul dalam melak- sanakan tugas menyampaikan risalah Allah dan memimpin umatnya agar senantiasa berada di jalan Allah Swt.

Dalam Ilmu Kalam, khususnya Ahlussunnah, diyakini rasul Allah berjumlah 25. Sedangkan jumlah nabi tidak diketahui dengan pasti. Ulama Sunni membedakan rasul dengan nabi. Rasul adalah manusia yang menerima wahyu dan berkewajiban menyampaikan kepada umatnya. Sedangkan nabi adalah manusia yang menerima wahyu tetapi tidak berkewajiban menyampaikan kepada umatnya.

Para ulama tidak berselisih mengenai rasul. Tetapi mereka berbeda pendapat apakah seseorang itu nabi atau ahli hikmah. Misalnya tentang sosok Luqman al-Hakim. Nama surah Luqman [31] dinisbatkan kepada Luqman al-Hakim yang kisah dan ajarannya disebutkan dalam ayat 12-19.

Dalam kaitannya dengan akidah dan Syariat, beriman kepada nabi dan rasul memiliki dua makna. Dalam kaitannya dengan akidah, beriman kepada nabi dan rasul merupakan jaminan atas keaslian, dan kebenaran sumber ajaran Islam serta merupakan satu kesatuan dengan iman kepada Allah Swt., malaikat, dan Kitab. Islam merupakan agama Allah yang disampaikan oleh para malaikat kepada rasul Allah yang terhimpun dalam Kitab dan diajarkan kepada seluruh umat manusia.

Dalam kaitannya dengan Syariat Islam, beriman kepada nabi dan rasul menegaskan adanya kesamaan ajaran yang dibawa oleh para nabi dan rasul. Sebagian nabi dan rasul diutus dalam masa yang sama dan kepada umat yang sama. Sebagian lainnya diutus dalam waktu yang berbeda dan umat yang berbeda.

Meskipun demikian, para nabi dan rasul membawa agama yang sama yaitu Islam dan ajaran yang sama yaitu tauhid. Perbedaan ajaran yang dibawa para nabi dan rasul hanya pada aspek tata cara ibadah.

شَرَعَ لَكُمْ مِّنَ الدِّيْنِ مَا وَصَّى بِهِ نُوْحًا وَالَّذِي أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ وَمَا وَصَّيْنَا بِهِ إِبْرَاهِيمَ وَمُوسَى وَعِيسَى أَنْ أَقِيمُوا الدِّينَ وَلَا تَتَفَرَّقُوْا فِيْهِ كَبُرَ عَلَى الْمُشْرِكِينَ مَا تَدْعُوهُمْ إِلَيْهِ اللَّهُ يَجْتَبِي إِلَيْهِ مَنْ يَشَاءُ وَيَهْدِي إِلَيْهِ مَنْ يُنِيبُ

Dia (Allah) telah mensyariatkan bagi kamu agama yang Dia wasiatkan (juga) kepada Nuh, yang telah Kami wahyukan kepadamu (Nabi Muhammad), dan yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa, dan Isa yaitu: tegakkanlah agama (keimanan dan ketakwaan) dan janganlah kamu berpecah-belah di dalamnya. Sangat berat bagi orang-orang musyrik (untuk mengikuti) agama yang kamu serukan kepada mereka. Allah memilih orang yang Dia kehendaki pada (agama)-Nya dan memberi petunjuk pada (agama)-Nya bagi orang yang kembali (kepada- Nya). (Qs. Asy-Syuara [42]: 13)

مَا كَانَ إِبْرَاهِيمُ يَهُودِيًّا وَلَا نَصْرَانِيًّا وَلَكِنْ كَانَ حَنِيفًا مُسْلِمًا وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِينَ

Ibrahim bukanlah seorang Yahudi dan bukan pula seorang Nasrani, melainkan dia adalah seorang yang hanif98) lagi berserah diri (muslim). Dia bukan pula termasuk (golongan) orang-orang musyrik. (Qs. Ali Imran [3]: 67)

إِنَّنِي أَنَا اللهُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنَا فَاعْبُدْنِي وَأَقِمِ الصَّلُوةَ لِذِكْرِى

Sesungguhnya Aku adalah Allah, tidak ada tuhan selain Aku. Maka, sembahlah Aku dan tegakkanlah salat untuk mengingat-Ku. (Qs. Taha [20]: 14

وَإِذْ قَالَ اللهُ يُعِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ وَأَنْتَ قُلْتَ لِلنَّاسِ قلے اتَّخِذُوْنِي وَأُمِّيَ الْهَيْنِ مِنْ دُوْنِ اللَّهِ قَالَ سُبْحَنَكَ قلے مَا يَكُوْنُ لِي أَنْ أَقُوْلَ مَا لَيْسَ لِي بِحَقِّ إِنْ كُنْتُ قلے قُلْتُهَ فَقَدْ عَلِمْتَةً تَعْلَمُ مَا فِي نَفْسِي وَلَا أَعْلَمُ مَا قلے فِي نَفْسِكَ إِنَّكَ أَنْتَ عَلَّامُ الْغُيُوْبِ مَا قُلْتُ لَهُمْ إِلَّا ج مَا أَمَرْتَنِي بِهِ أَنِ اعْبُدُوا اللَّهَ رَبِّي وَرَبَّكُمْ وَكُنْتُ ج عَلَيْهِمْ شَهِيدًا مَّا دُمْتُ فِيْهِمْ فَلَمَّا تَوَفَّيْتَنِي كُنْتَ أَنْتَ الرَّقِيبَ عَلَيْهِمْ وَأَنْتَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ شَهِيدٌ

(Ingatlah) ketika Allah berfirman, “Wahai Isa putra Maryam, apakah engkau mengatakan kepada orang-orang, 'Jadikanlah aku dan ibuku sebagai dua tuhan selain Allah?" Dia (Isa) menjawab, “Maha Suci Engkau, tidak patut bagiku mengatakan apa pun yang bukan hakku. Jika aku pernah mengatakannya tentulah Engkau telah mengetahuinya. Engkau mengetahui apa pun yang ada pada diriku dan aku tidak mengetahui apa pun yang ada pada diri-Mu. Sungguh, Engkaulah Yang Maha Mengetahui segala yang gaib."

Aku tidak (pernah) mengatakan kepada mereka kecuali sesuatu yang Engkau perintahkan kepadaku, (yaitu) "Sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhanmu." Aku menjadi saksi terhadap mereka, selama aku berada di tengah-tengah mereka. Setelah Engkau mewafatkan aku, Engkaulah yang mengawasi mereka. Engkau Maha Menyaksikan atas segala sesuatu. (Qs. Al-Maidah [5]: 116-117)

Karena para nabi dan rasul membawa misi yang sama, manusia dilarang membeda-bedakan para rasul. Maksudnya, manusia dilarang menerima ajaran salah seorang rasul dan menentang ajaran rasul yang lainnya. Di dalam Alquran surah Al-Baqarah [2]: 285 disebutkan;

امَنَ الرَّسُولُ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْهِ مِنْ رَّبِّهِ وَالْمُؤْمِنُوْنَ كُلُّ امَنَ بِاللَّهِ وَمَلْبِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِّنْ رُّسُلِهِ وَقَالُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ

Rasul (Muhammad) beriman pada apa (Al-Qur'an) yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang mukmin. Masing- masing beriman kepada Allah, malaikat-malaikat- Nya, kitab kitab-Nya, dan rasul-rasul-Nya. (Mereka berkata,) "Kami tidak membeda-bedakan seorang pun dari rasul-rasul-Nya." Mereka juga berkata, "Kami dengar dan kami taat. Ampunilah kami, wahai Tuhan kami. Hanya kepada-Mu tempat (kami) kembali." (QS. Al-Baqarah [2]: 285)

Dalam pengertian yang luas, ayat tersebut menegaskan agar manusia memuliakan dan tidak membeda-bedakan para rasul. Dalam konteks khusus, Alquran mengingatkan kaum Yahudi dan Nasrani yang menolak dan tidak mengakui kenabian dan kerasulan Muhammad, Kitab Alquran, dan Syariat yang dibawanya.

Beriman kepada para nabi dan rasul mengandung tiga makna penting. Pertama, agar manusia mengambil pelajaran (ibrah) dan hikmah dari. kisah-kisah kehidupan para nabi dan rasul (Qs. Yusuf [12]: 111.

Kedua, agar manusia menjadikan para nabi dan rasul sebagai teladan dalam kehidupan dan akhlak. (Qs. Al-Ahzab [33]:21. Ketiga, memiliki komitmen untuk melanjutkan misi dan risalah yang dibawa oleh para nabi dan rasul yaitu menjadikan Islam sebagai agama rahmatan lil alamin.

Allahu 'alam.

(lam)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Rabu 17 April 2024
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:03
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan