Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Rabu, 17 April 2024
home edukasi & pesantren detail berita

Dari Buku Prof.Dr. Abdul Mu'ti Menjadi Manusia Bertakwa (Seri 9)

nabil Jum'at, 29 Maret 2024 - 05:35 WIB
Dari Buku Prof.Dr. Abdul Mu'ti Menjadi Manusia Bertakwa (Seri 9)
skyscraper (Desktop - langit7.id)


LANGIT7.ID-, Jakarta- - Ciri manusia yang benar imannya dan bertakwa (muttaqun) adalah mereka yang beriman kepada Allah Swt. dan Hari Akhir. Kedua hal ini merupakan landasan utama dalam kehidupan seorang Muslim. Dengan keyakinan yang kuat terhadap Allah dan hari kiamat, mereka akan senantiasa menjalani hidup dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab.

Di antara ciri manusia yang bertakwa adalah beriman kepada Hari Akhir. Di dalam Surah Al-Baqarah [2]: 4 disebutkan:

وَالَّذِينَ يُؤْمِنُوْنَ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ وَمَا أُنْزِلَ مِنْ قَبْلِكَ وَبِالْآخِرَةِ هُمْ يُؤْقِنُوْنَ

Dan mereka yang beriman pada (Al-Qur'an) yang diturunkan kepadamu (Nabi Muhammad) dan (kitab-kitab suci) yang telah diturunkan sebelum engkau dan mereka yakin akan adanya akhirat. (Qs. Al-Baqarah [2]: 4)

Di dalam surah Al-Baqarah [2]: 177 disebutkan di antara ciri manusia yang benar imannya dan bertakwa (muttaqun) adalah mereka yang beriman kepada Allah Swt. dan Hari Akhir.

Kebajikan itu bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat, melainkan kebajikan itu ialah (kebajikan) orang yang beriman kepada Allah Swt., hari Akhir, malaikat- malaikat, kitab suci, dan nabi-nabi.

Beriman kepada Allah Swt. merupakan salah satu dari rukun iman. Di dalam Hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari sahabat Umar r.a. disebutkan:

فَأَخْبِرْنِي عَنِ الْإِيْمَانِ قَالَ أَنْ تُؤْمِنَ بِاللَّهِ وَمَلَا بِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَتُؤْمِنَ بِالْقَدَرِ خَيْرِهِ وَشَرِهِ

Jelaskanlah kepadaku tentang iman. Rasulullah menjawab: iman ialah kamu beriman kepada Allah, malaikat, Kitab, rasul, dan hari Akhir serta beriman kepada takdir baik dan buruk

Di dalam Alquran beriman kepada hari Akhir memiliki kaitan yang sangat erat dengan beriman kepada Allah Swt. Sebanyak 23 kali beriman kepada hari Akhir disebutkan berurutan dengan beriman kepada Allah Swt. Di dalam surah At-Taubah [9]: 99 disebutkan:

وَمِنَ الْأَعْرَابِ مَنْ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَيَتَّخِذُ مَا يُنْفِقُ قُرُبُتٍ عِنْدَ اللَّهِ وَصَلَوتِ الرَّسُوْلِ أَلَا إِنَّهَا قُرْبَةٌ لَّهُمْ سَيُدْخِلُهُمُ اللَّهُ فِي رَحْمَتِهِ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَّحِيمٌ

Di antara orang-orang Arab Badui ada yang beriman kepada Allah dan hari kemudian. Dia memandang apa yang diinfakkannya (di jalan Allah) sebagai (sarana) mendekatkan diri kepada Allah dan (sarana untuk memperoleh) doa-doa Rasul. Ketahuilah, sesungguhnya (infak) itu (suatu sarana) bagi mereka untuk mendekatkan diri (kepada Allah). Kelak Allah akan memasukkan mereka ke dalam rahmat (surga)-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Qs. At- Taubah [9]: 99)

Selain di dalam Alquran, banyak pula Hadis Nabi yang menyebutkan iman kepada Allah Swt. dan hari Akhir secara berurutan. Sebagaimana disebutkan di dalam Hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim dari Abu Hurairah r.a.:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِا اللهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيُكْرِمْ جَارَهُ وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِا اللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ

Dari Abu Hurairah Radliya Allah 'anhu. Sesung- guhnya Rasulullah bersabda. "Barang siapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir maka hendaknya dia berkata yang baik atau diam. Dan barang siapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir hendaknya dia memuliakan tetangganya. Dan barang siapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir hendaknya dia menghormati tamunya.

Penyebutan iman kepada Allah Swt. dan Hari Akhir secara berurutan mengandung dua makna. Pertama, iman kepada Allah Swt. merupakan fondasi beriman kepada Hari Akhir. Kedua, iman kepada Hari Akhir merupakan ekspresi dan aktualisasi dari beriman kepada Allah Swt. Bahwa Allah Swt. adalah Tuhan Yang Maha Hidup, Tuhan Yang Awal dan Yang Akhir.

Di dalam Alquran, hari Akhir disebut dalam beberapa istilah. Di antaranya al-saah, al-qiyamah, al-zilzal, dan al- qariah. Hari Akhir merupakan waktu dan rangkaian peristiwa yang tidak oleh rangkaian kehidupan setelah berakhirnya kehidupan. Bagi manusia, hari Akhir dimulai ketika manusia meninggal dunia (mati) yaitu saat di mana ruh manusia terlepas dari jasad untuk selamanya.

Selain al-maut, di dalam Alquran, saat kematian disebut juga dengan ajal dan waffa/ wafat. Kematian adalah kiamat kecil (al-qiyamat al-sughra). Manusia hidup di alam kubur, alam penantian (barzakh) sebelum mereka dibangkitkan kembali (al-yaum al-baats).

Dalam kaitannya dengan kehidupan semesta, hari Akhir adalah saat berakhirnya kehidupan dunia (al-qiyamat al-kub- ra). Semua yang ada di jagat raya hancur lebur. Seisi bumi dimuntahkan. Lagi diruntuhkan. Dalam banyak ayat, Alquran menggam- barkan secara dramatis bagaimana dahsyatnya hari Kiamat.

Setelah dunia dan kehidupan dunia berakhir, manusia hidup di Akhirat. Manusia yang telah menjadi tulang berulang yang berserakan dibangkitkan. Mereka bergerak di Padang Mahsyar menuju ke tempat pengadilan (al-hisab). Sesuai dengan hasil peradilan seba- gian manusia masuk surga sebagian mereka masuk neraka.

Apa makna beriman kepada hari Akhir?

1. Manusia hendaknya berusaha memanfaatkan waktu dan kesempatan yang sebaik-baiknya dengan berbuat baik dan yang terbaik. Hidup di dunia tidaklah kekal. Kematian bisa terjadi kapan saja. Bila ajal tiba, tidak ada manusia yang mampu menunda atau mempercepat Sebagaimana disebutkan di dalam surah. Al-Mu'minun [23): 3, di antara ciri mukmin yang sukses adalah mereka yang meninggalkan perkataan dan perbuatan yang sia-sia.

وَالَّذِينَ هُمْ عَنِ اللَّغْوِ مُعْرِضُوْنَ

Orang-orang yang meninggalkan (perbuatan dan perkataan) yang tidak berguna, (Qs. Al-Mu'minun [23]: 3)

2. Karena kehidupan di dunia fana, rusak, binasa, dan tidak abadi maka manusia hendaknya senantiasa menyadari keadaan dirinya. Mereka yang sedang berjaya, berkuasa, dan sukses hendaknya tidak jumawa, takabur, dan melampaui batas. Harta bisa ludes dalam sekejap. Jabatan bisa jatuh tiba-tiba. Kejayaan berubah menjadi penderitaan. Allah Swt. berfirman di dalam surah Ali Imran [3]: 140.

3. Beriman kepada hari Akhir memberikan optimisme bahwa tidak ada penderitaan yang abadi. Selalu ada harapan masa depan (akhir) yang baik dan indah bagi mereka yang tegar dan sabar berikhtiar. Mereka menyadari bahwa Allah Yang Maha Pengasih tidak membebani manusia melebihi kemampuan. Mereka yang beriman kepada hari Akhir meyakini bahwa hidup memberikan banyak pilihan dan harapan.

4. Manusia yang beriman kepada hari Akhir senantiasa berbuat baik bagi dirinya, sesama manusia, dan semesta. Setiap perbuatan akan ada konsekuensi, reward (ganjaran) dan punishment (hukuman). Sebagian dari ganjaran dan hukuman itu bisa terjadi kontak, seketika, tatkala di dunia. Dan, akan ada pertanggungjawaban di Akhirat.

فَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَةً وَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهَ

Maka barang siapa berbuat baik walaupun seberat dzarrah, dia akan melihat (pahala) amalnya (7). Dan barang siapa yang berbuat dosa, meskipun seberat dzarrah, dia akan merasakan (siksa) atas perbuatannya. (8). (Qs. Al-Zalzalah [99]: 7-8).

5. Beriman kepada Hari Akhir mengandung pesan agar manusia berorientasi ke masa depan, berhati-hati dalam berbuat karena setiap perbuatan mengandung konsekuensi jangka panjang. Beriman kepada Hari Akhir memberikan optimisme bahwa masa depan haruslah lebih baik dari masa lalu dan masa kini.

Allahu 'alam.

(lam)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Rabu 17 April 2024
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:03
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan