Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Selasa, 28 Mei 2024
home sosok muslim detail berita

Bu Menlu Selalu Tahajud dan Puasa Senen-Kamis

sururi al faruq Senin, 15 April 2024 - 10:35 WIB
Bu Menlu Selalu Tahajud dan Puasa Senen-Kamis
skyscraper (Desktop - langit7.id)


LANGIT7.ID-, Jakarta- - Menteri Luar Negeri, Retno Lestari Priansari Marsudi, adalah salah satu sosok yang pantas ditauladani di negeri ini. Ia pejabat besar, tetapi sederhana. Ia punya uang, tetap sederhana. Ia bukan dengan background agama yang kuat, tetapi memiliki pribadi religious yang kuat. Luar biasa!

Perempuan kelahiran 27 November 1962 di Semarang ini, sejak remaja memiliki ketaatan beragama yang sangat baik. Ia sadar, dirinya berasal dari keluarga yang sederhana. Namun ia memiliki cita cita yang besar. Untuk mewujudkan impiannya, Bu Retno—sapaan akrabnya—mendisiplinkan diri menjadi remaja pekerja keras. Mengatur jadwal sendiri, agar semua kegiatan bisa dijalani dengan baik. Sejak remaja, ia sudah membiasakan diri bangun jam 2 pagi. Ia bangun di saat yang lain masih terlelap tidur. Ia melaksanakan sholat tahajud. “saya selalu bangun pukul 2 pagi, dan tidak tidur lagi sampai lanjut berangkat sekolah,” kata Bu Retno saat menyampaikan pengalaman hidupnya kepada Dewi Sandra di podcastnya.

Kebiasaan setelah sholat tahajud, menurut Bu Retno, ia selalu gunakan untuk belajar, membantu kegiatan di rumah, sholat subuh sampai persiapan berangkat ke sekolah.

Bukan hanya sholat tahajud yang dijalani Bu Retno sejak remaja. Temen akrab Menteri Keuangan Sri Mulyani ini, juga rajin puasa senen-kamis. Ia merasa nyaman dan aman dengan menjalani sholat tahajud dan puasa sunnah senen-kamis.

Kebiasaan ini, ia terus lakukan saat berkeluarga dan sampai sekarang. Apalagi ketika anak-anaknya punya hajat apa pun termasuk sedang mengikuti ujian, ia berkisah selalu berpuasa. “Alhamdulilah kebiasaan puasa senin-kamis ini tidak memberatkan saya,” ujar alumni UGM ini.

Dalam hal karir, ia bersyukur setelah lulus kuliah bisa diterima di Kementerian Luar Negeri. Ia sadar saat mendaftar di Deplu, dirinya tidak punya siapa siapa, alias istilah sekarang ordal (orang dalam). Ia masuk Deplu benar-benar murni hasil test terbuka. Banyak temannya yang mempertanyakan dirinya bisa masuk di Deplu. “Kamu di back up siapa? Kamu punya saudara di Deplu?,” begitu cerita Bu Retno tentang temen temennya yang menduga dirinya bisa masuk Deplu karena ada orang dalam.

Dalam meniti karir di Deplu, ia merasa bersyukur meskipun tidak memiliki orang dalam, tetapi kariernya termasuk cepat. Ia berumur 38 tahun sudah mendapat posisi sebagai direktur dan ketika usia 42 tahun, sudah menjadi Duta Besar. “Saya bersyukur saya yang tadinya bukan siapa siapa (nobody) bisa menjadi seperti ini dan bisa menjadi Menteri Luar Negeri (somebody),” katanya.

Saat menjadi pejabat, ia tetap berprinsip sederhana. Ia tidak mau memanfaatkan fasilitas pejabat untuk bersikap seolah olah. Termasuk urusan protokoler, biasanya pejabat yang lewat di jalan selalu menyalakan sirinenya agar perjalanannya bebas hambatan. Namun ia tidak mau menggunakan itu. Ia minta agar drivernya selalu mematikan sirinenya. Kalau toh ada pejabat lain yang mau lewat dengan menyalakan sirinenya, ia minta drivernya minggir dan memberi jalan pejabat lain yang mau lewat.

Ia mengakui menjadi pejabat itu enak. Bisa duduk di mobil mewah. Bisa akses ke mana mana. Namun ia tidak mau memanfaatkan power kekuasaannya untuk kepentingan yang tidak tepat. “Kekuasaan itu memabukkan. Maunya terus berkuasa, karena tadi, kekuasaan bikin mabuk,” ujarnya. Ia selalu diingatkan orangtuanya dengan kata:Eling (ingat). Ingat asalnya dari mana, agar dalam perjalannya tidak melenceng. Maka sampai sekarang, ia mengaku tetap rajin ke pasar basah. Tujuannya agar tahu bahwa dirinya dulunya berasal dari bawah seperti orang-orang yang jualan di pasar. Ia ke pasar sendiri dengan ditemani salah satu keluarganya. Ia tidak mau ditemani pengawalnya. Dengan masih rajin ke pasar ia merasa hatinya tetap sebagai manusia biasa. Ia mengakui bisa saja belanja ke super market. Namun, dengan terbiasa bertemu orang-orang di bawah menjadikan pribadinya lebih nyaman karena tetap sadar bahwa dirinya adalah manusia biasa.

Setelah menjadi Menteri, ia tidak memiliki ambisi apa-apa lagi. Ia merasa sudah cukup. Ia harus tahu waktunya berhenti. Ada satu keinginan lagi yang akan ia lakukan. Bu Retno ingin belajar agama lagi. “Saya ingin memperdalam agama,” ujar Bu Retno.

(lam)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Selasa 28 Mei 2024
Imsak
04:26
Shubuh
04:36
Dhuhur
11:53
Ashar
15:15
Maghrib
17:47
Isya
19:00
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سَبَّحَ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan