Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Selasa, 28 Mei 2024
home edukasi & pesantren detail berita

Dari Buku Prof.Dr. Abdul Mu'ti Menjadi Manusia Bertakwa (Seri 29)

nabil Senin, 06 Mei 2024 - 06:10 WIB
Dari Buku Prof.Dr. Abdul Mu'ti Menjadi Manusia Bertakwa (Seri 29)
skyscraper (Desktop - langit7.id)


LANGIT7.ID-, Jakarta- - Allah Swt. memberikan kepada manusia yang bertakwa kemudahan dalam berbagai urusan kehidupan. Kemudahan tersebut bisa berupa kesempatan, jalan keluar dari masalah, atau rezeki yang lancar. Dengan bertakwa, seseorang akan merasa lebih tenang dan percaya bahwa Allah Swt. akan selalu memberikan yang terbaik bagi hamba-Nya.

Di dalam surah ath-Thalaq [65]: 2 dan 4 disebutkan:

وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَّهَ مَخْرَجًا

Dan barang siapa yang bertakwa kepada Allah, nis- caya Dia akan membukakan jalan keluar baginya. (Qs. ath-Thalaq [65]: 2)

وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَّهَ مِنْ أَمْرِهِ يُسْرًا

Dan barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia menjadikan kemudahan baginya dalam urusannya. (Qs. Ath-Thalaq [65]: 4).

Dilihat dari konteks dan urutan ayat (munasabatul ayat), kedua ayat tersebut terkait dengan persoalan perceraian. Islam tidak melarang perceraian, meskipun dibenci oleh Allah Swt. Rasulullah bersabda:

مَا أَحَلَّ اللَّهُ شَيْئًا أَبْغَضُ إِلَيْهِ مِنَ الطَّلَاقِ رواه ابوداود وابن ماجه من عبد الله إبن عمر

Tidaklah Allah Swt. menghalalkan sesuatu yang paling dibenci oleh Allah Swt. kecuali talak (HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah dari Abdullah ibn Umar).

Tujuan pernikahan adalah untuk membangun keluarga yang bahagia lahir- batin, sakinah, mawaddah, dan rahmah. Tetapi itu tidak selalu terjadi. Banyak pernikahan yang berakhir dengan perceraian. Mengapa perceraian dibenci oleh Allah Swt.? tiada lain karena dampak yang ditimbulkan oleh perceraian sangat kompleks terutama menyangkut kasih sayang anak. Banyak anak yang bermasalah (at-risk) berasal dari keluarga yang tidak bahagia (broken home).

Bagi manusia yang bertakwa akan ada jalan keluar. Mengapa? Manusia bertakwa senantiasa berpikir positif dan bersabar terhadap keadaan apa pun yang terjadi. Itu merupakan modal moral manusia untuk memperbaiki diri, belajar dari kesalahan, dan membangun kasih sayang terutama kepada anak.

Dalam konteks yang lain, kemudahan hidup dikaitkan dengan berderma, bertakwa, dan beriman akan hari Pemba- lasan (Akhir). Sebaliknya, manusia akan banyak mengalami kesulitan karena bakhil (kikir), merasa cukup, dan mendus- takan hari Akhir. Allah Swt. berfirman dalam surah al-Lail [92]:5-10.

فَأَمَّا مَنْ أَعْطَى وَاتَّقَى وَصَدَّقَ بِالْحُسْنَى فَسَنُيَسِّرُهَ ملے لِلْيُسْرَى وَأَمَّا مَنْ بَخِلَ وَاسْتَغْنَى وَكَذَّبَ بِالْحُسْنَى فَسَنُيَسِّرُهُ لِلْعُسْرَى

Siapa yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertakwa. Serta membenarkan adanya (balasan) yang terbaik (surga). Kami akan melapangkan baginya jalan kemudahan (kebahagiaan). Adapun orang yang kikir dan merasa dirinya cukup (tidak perlu pertolongan Allah). serta mendustakan (balasan) yang terbaik. Kami akan memudahkannya menuju jalan kesengsaraan. (QS. Al-Lail [92]: 5-10)

Wahbah Zuhaili di dalam Tafsir Al-Wajiz menjelaskan barang siapa yang berbagi dan membayar zakat, mematuhi perintah Allah Swt. dan meninggalkan yang dilarang dan diharamkan, bertauhid dengan teguh, membenarkan rasul Allah Swt. dan janji-Nya dengan penuh ketaatan, maka Allah Swt. akan memudahkan dan memberikan petunjuk baginya jalan mencapai cita-cita.

Sebaliknya, mereka yang kikir, enggan menginfakkan hartanya di jalan kebaikan, tidak percaya akan adanya balasan atas perbuatan karena syahwat duniawi, tidak taat kepada Allah Swt., maka dia akan ditimpa berbagai kesulitan dan dia akan senantiasa berbuat kejahatan serta jalan menuju ke neraka.

Orang yang beriman dan bertakwa kepada Allah Swt. urusannya akan menjadi mudah karena mereka senantiasa berbuat baik kepada sesama umat. Manusia yang senantiasa berbuat akan banyak sahabat, kawan, dan relasi yang luas. Allah Swt. menolong hamba-Nya apabila dia menolong sesamanya. Di dalam sebuah Hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim r.a. dari sahabat Abu Hurairah r.a., Rasulullah bersabda:

مَنْ نَفْسَ عَنْ مُؤْمِنِ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا نَفَسَ اللهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ وَمَنْ يَسْرَعَلَى مُعَسِرٍ يَسْرَ اللهُ عَلَيْهِ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِمَا سَتَرَهُ اللهُ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ وَاللَّهُ فِي عَوْنِ الْعَبْدِ مَا كَانَ الْعَبْدُ فِي عَوْنِ أَخِيهِ رواه مسلم

Barang siapa yang melepaskan kesusahan seorang mukmin, Allah Swt. akan melepaskan darinya kesusahan pada Hari Kiamat, barang siapa yang memudahkan kesulitan orang lain, Allah Swt. akan memudahkan urusannya di dunia dan Akhirat, barang siapa menutupi aib seorang muslim, Allah Swt. akan menutupi aibnya di dunia dan akhirat. Allah Swt. akan menolong hamba-Nya apabila hamba-Nya itu menolong saudaranya.

Manusia bertakwa senantiasa menjalin silaturahim, memperbanyak kawan, menghindari permusuhan, pertengkaran, kemarahan, dan perpecahan. Dalam pepatah Melayu disebutkan: bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh. Dalam budaya diajarkan: rukun agawe santoso, congkrah agawe bubrah. Rukun akan membuat sejahtera. Bertengkar akan membuat rusak.

Manusia bertakwa mudah urusannya karena senantiasa taat kepada Allah, banyak sahabat, suka menolong, dan memudahkan urusan manusia yang lainnya.

Allahu 'alam.

(lam)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Selasa 28 Mei 2024
Imsak
04:26
Shubuh
04:36
Dhuhur
11:53
Ashar
15:15
Maghrib
17:47
Isya
19:00
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan