LANGIT7.ID-, Jakarta- - Mantan pesepakbola Inggris Gary Lineker terang-terangan mengutuk serangan Israel di Gaza dan menggambarkan krisis kemanusiaan yang terjadi di wilayah tersebut krisis terburuk dalam hidupnya.
Dilansir Anadolu Agency, Senin (13/5/2024), Lineker berbicara pada jurnalis Mehdi Hasan, tentang krisis kemanusiaan di Gaza.
“Sebenarnya persoalan ini bukan urusan saya secara langsung. Saya bukan Muslim. Saya bukan Yahudi. Saya bukan orang Israel. Saya bukan orang Palestina,".
Baca juga:
Perluas Invasi Di Rafah, Israel Kirim Tank Tambahan Ke Jabalia Timur"Jadi, saya melihat, saya berpikir jernih dari sudut pandang netral dan saya tidak dapat memikirkan hal terburuk apa pun yang pernah saya lihat dalam hidup saya, gambaran terus-menerus tentang anak-anak yang kehilangan nyawa mereka hari demi hari,” kata pembawa acara olahraga BBC ini.
Melalui wawancara tersebut, Lineker menekankan perspektif netralnya dan mengutuk pembungkaman kritik. Dia menolak tuduhan antisemitisme dan mendesak kesadaran akan kompleksitas konflik yang sedang berlangsung.
“Kita semua tahu bahwa insiden Hamas terjadi pada 7 Oktober. Tapi saat ini, begitu Anda bersuara menentang apa yang mereka (Israel) lakukan di sana, Anda dituduh sebagai pendukung Hamas atau semacamnya. Banyak lobi yang dilakukan agar masyarakat bungkam,” ujarnya.
Situasi ini, dipahami Lineker, sebagai penyebab banyak orang yang takut untuk berbicara tentang Gaza. Ia pun mengaku tak bisa tinggal diam atas hal mengerikan yang dilihatnya terjadi di wilayah tersebut.
Menanggapi kritik terhadap antisemitisme, Lineker mengatakan bahwa Israel memiliki agenda untuk melancarkan serangan darat terhadap Rafah.
“Saya rasa tidak antisemit jika mengatakan bahwa apa yang dilakukan Israel adalah salah. Saya tidak mengerti mengapa semua orang tidak melihatnya seperti itu saat ini. Apa pun alasannya, apa pun permulaannya, kita semua tahu bahwa sejarah hal ini sebagian besar dunia mengalami kemunduran lebih jauh dibandingkan 7 Oktober,” kata Lineker.
Mengatakan bahwa apa yang terjadi di Gaza sangat mengerikan, Lineker menambahkan, “Ketika saya melihat beberapa gambar di media sosial, saya menangis sepanjang waktu.”
(ori)