Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Selasa, 28 Mei 2024
home sports detail berita

Djokovic-Nadal Gagal di Roma Master, Tapi Keduanya Incar Roland Garros

sururi al faruq Senin, 13 Mei 2024 - 18:13 WIB
Djokovic-Nadal Gagal di Roma Master, Tapi Keduanya Incar Roland Garros
skyscraper (Desktop - langit7.id)


LANGIT7.ID-Roma; Petenis no 1 dunia, Novak Djokovic sepertinya sedang tidak baik-baik saja. Ia dengan mudah dikalahkan pemain asal chile, Alejandro Tabilo, dua set langsung di Roma Master, minggu (12/5/04).

Bagi Tabilo, ini adalah kemenangan terbesar dalam kariernya ketika ia mengalahkan petenis nomor satu dunia Novak Djokovic 6-2, 6-3 pada putaran ketiga Italia Terbuka dalam pertandingan yang hanya berlangsung 67 menit. Memang dua hari sebelumnya Djokovic sempat terjadi kecelakaaan kecil, kepalanya terkena benturan botol air. Djokovic sendiri sebenarna punya record gemilang di Roma Master 1000. Petenis asal Serbia ini telah memenangkan turnamen ini enam kali, dengan gelar terakhirnya terjadi pada tahun 2022.

Sukses Tabilo sebenarnya karena berhasil mematahkan servis unggulan teratas tersebut sebanyak empat kali di Lapangan Tengah tanpa kebobolan satu pun break point. Djokovic terlihat jauh dari performa terbaiknya dan pemain berusia 36 tahun itu menyalahkan insiden "sial" yang terjadi pada hari Jumat di mana kepalanya secara tidak sengaja terkena botol air milik penggemar saat membubuhkan tanda tangan pada penggemarnya setelah memperoleh kemenangan pada putaran kedua.

"Hal ini sangat berdampak pada saya. Setelah itu saya mendapat perawatan medis, mengalami mual, pusing, dan darah selama setengah jam, satu jam," kata Djokovic pada konferensi pers, seraya menambahkan bahwa ia akan menjalani pemeriksaan scan nanti.

“Saya berhasil tidur oke juga meskipun saya sakit kepala. Keesokan harinya atau kemarin cukup baik, jadi saya pikir tidak apa-apa." Djokovic menambahkan,"Apa yang saya rasakan di lapangan hari ini benar-benar seperti ada pemain berbeda yang masuk ke dalam posisi saya. Tidak ada ritme, tidak ada tempo, tidak ada keseimbangan apa pun dalam pukulan apa pun. Ini sedikit mengkhawatirkan.”

Kemenangan tersebut membuat Tabilo yang berusia 26 tahun -- yang menjuarai turnamen Challenger Tour dua pekan lalu -- menjadi orang Chile pertama dalam 17 tahun yang mengalahkan petenis nomor satu dunia sejak Fernando Gonzalez mengalahkan Roger Federer di ATP Finals pada 2007.

"Luar biasa. Saya datang ke lapangan hanya melihat sekeliling dan menyerap semuanya, mencoba memproses semuanya. Saya mencoba untuk bangun sekarang," kata Tabilo yang berperingkat 32 dunia.

Hasil ini juga berarti Djokovic – yang melakukan kesalahan ganda pada match point – gagal mencapai satu pun final pada tahun 2024 dan hanya memainkan enam pertandingan di lapangan tanah liat menjelang Prancis Terbuka.

Petenis Serbia itu mencapai semifinal Monte Carlo Masters, namun tersingkir dini di Roma. Ini tentu dapat menghambat persiapannya untuk Roland Garros, tempat Grand Slam kedua tahun ini dimulai pada 26 Mei.

Ketika ditanya tentang peluangnya di Prancis Terbuka, Djokovic mengatakan: "Segalanya harus lebih baik bagi saya untuk setidaknya memiliki peluang memenangkannya.”

Sementara itu, rival Djokovic juga bernasib sama. Petenis Spanyol yang berhasil mengoleksi 22 Grand Slam itu, juga kandas di babak kedua setelah dikalahkan petenis asal Polandia, Hurkaz. Atas prestasinya yang terus menurun ini, ia masih mempertimbangkan akan ikut event grand slam Rolan Garros yang kini tinggal 15 hari lagi apa tidak.

Djokovic-Nadal Gagal di Roma Master, Tapi Keduanya Incar Roland Garros

Operasi perbaikan pinggul Nadal dan kakinya yang berusia 37 tahun tidak memberinya dampak yang baik positif ketika harus berhadapan dengan petenis peringkat 9 dunia, Hubert Hurkaz pada Roma Master, sabtu lalu. Dalam pertemuan ini, Nadal kalah dua set langsung dengan Hurkaz. Kekalahannya cukup telak dengan score 6-1, 6-3.

Itu adalah pertandingan pertama Nadal melawan pemain 10 besar dalam 1½ tahun dan dia sangat kecewa. “Hari yang berat bagi saya dalam segala hal karena saya merasa lebih siap dari apa yang saya tunjukkan,” kata Nadal. “Saya sedikit lebih tidak dapat diprediksi hari ini, tidak cukup bermain dalam dua tahun terakhir. Terlalu banyak keraguan.”

Dalam hal jumlah pertandingan yang dimenangkan – hanya empat – itu adalah kekalahan paling berat bagi Nadal di lapangan tanah liat dalam 21 tahun, sejak ia juga hanya memenangkan empat pertandingan melawan Gaston Gaudio di Hamburg pada tahun 2003 ketika ia baru berusia 16 tahun.

Kini Nadal perlu menggali lebih dalam di lapangan latihan jika ingin tampil kompetitif untuk terakhir kalinya di Prancis Terbuka, di mana ia menjadi rekor juara sebanyak 14 kali. Roland Garros dimulai pada 26 Mei.

Nadal mengatakan dia punya dua opsi untuk Paris.“Salah satunya adalah mengatakan, ‘Oke, saya belum siap, saya tidak bermain cukup baik,” kata Nadal. “Yang lain adalah menerima keadaan saya hari ini dan bekerja dengan cara yang tepat untuk mencoba menjadi berbeda dalam dua minggu. Keputusan tersebut, seperti yang dapat Anda bayangkan, tidak jelas dalam pikiran saya saat ini. Tetapi jika saya harus mengatakan apa yang saya rasakan dan jika pikiran saya lebih dekat, saya akan mengatakan berada di Roland Garros dan mencoba yang terbaik,” tambah Nadal.

Ia menambahkan,"secara fisik saya memiliki beberapa masalah, tapi mungkin belum cukup untuk mengatakan tidak bermain di ajang terpenting dalam karir tenis saya.” (*/reuters)

(lam)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Selasa 28 Mei 2024
Imsak
04:26
Shubuh
04:36
Dhuhur
11:53
Ashar
15:15
Maghrib
17:47
Isya
19:00
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سَبَّحَ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan