Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Selasa, 22 September 2026
home masjid detail berita

Menangis dalam Shalat, Buya Yahya: Antara Kekhusyukan dan Kehati-hatian

nabil Kamis, 22 Agustus 2024 - 11:01 WIB
Menangis dalam Shalat, Buya Yahya: Antara Kekhusyukan dan Kehati-hatian
LANGIT7.ID-, Jakarta- - Dalam perjalanan spiritual seorang Muslim, shalat menjadi momen yang sangat intim antara hamba dan Penciptanya. Tidak jarang, kekhusyukan dalam ibadah ini memunculkan emosi yang mendalam, termasuk tangisan. Namun, bagaimana pandangan Islam terhadap fenomena menangis saat shalat ini?

Buya Yahya, seorang ulama terkemuka, memberikan pencerahan mengenai topik ini dalam sebuah kajian yang menarik perhatian banyak kalangan. Beliau menegaskan bahwa menangis saat shalat, selama bukan merupakan rekayasa, justru merupakan anugerah yang patut disyukuri.

"Tangisan dalam shalat adalah tanda ketulusan," ujar Buya Yahya dilansir dari kanal YouTube Al Bahjah, dikutip Kamis (22/8/2024).

Dia melanjutkan "Ini menunjukkan kedekatan hati dengan Allah, entah karena tersentuh oleh ayat-ayat yang dibaca atau kesadaran akan dosa-dosa yang pernah diperbuat."

Meski demikian, Buya Yahya mengingatkan bahwa ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar tangisan tidak membatalkan shalat. Yang utama adalah menjaga agar air mata tidak tertelan. "Jika air mata masuk ke mulut dan tertelan, shalat bisa menjadi batal," jelasnya.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Buya Yahya menyarankan beberapa langkah praktis. "Jika dirasa perlu, air mata boleh diseka. Namun, hindari melakukannya dengan tiga gerakan berturut-turut, karena itu bisa membatalkan shalat," tambahnya.

Bagi mereka yang sering mengalami hal ini, Buya Yahya menawarkan solusi yang unik namun praktis. "Penggunaan sorban di leher bisa menjadi alternatif untuk menyeka air mata. Sorban ini bisa dijemur setelah digunakan dan dipakai kembali, mengingat air mata bukanlah najis," sarannya.

Lebih jauh, Buya Yahya menekankan pentingnya memaknai tangisan dalam shalat. "Jika tangisan itu karena Allah, jadikanlah sebagai momentum untuk lebih takut akan dosa dan berusaha menjauhinya," ujarnya. "Dan jika karena teringat kesalahan pada sesama, segeralah meminta maaf dengan tulus seusai shalat."

Fenomena menangis dalam shalat ini mengingatkan kita akan kedalaman spiritual yang bisa dicapai dalam ibadah. Namun, sebagaimana ditekankan oleh Buya Yahya, penting untuk tetap menjaga keseimbangan antara kekhusyukan dan kehati-hatian dalam pelaksanaan ibadah.

Pada akhirnya, yang terpenting adalah niat dan ketulusan hati dalam menghadap Allah. Tangisan dalam shalat, jika memang muncul secara alami, bisa menjadi tanda kedekatan dengan Sang Pencipta. Namun, kita juga diingatkan untuk tetap menjaga aspek-aspek teknis shalat agar ibadah kita tetap sah dan diterima.

Semoga pembahasan ini bisa menjadi pencerahan bagi kita semua dalam menjalani ibadah dengan lebih khusyuk dan penuh makna.

(lam)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Selasa 22 September 2026
Imsak
04:18
Shubuh
04:28
Dhuhur
11:49
Ashar
14:59
Maghrib
17:52
Isya
19:00
Lihat Selengkapnya
right-3 (Desktop - langit7.id)
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan