langit7-Jakarta,- - Banyak mitos seputar menstruasi pada wanita, salah satunya adalah mengenai boleh atau tidaknya berenang saat haid. Saat menstruasi umumnya wanita khawatir darah haid akan bocor ke dalam air kolam renang.
Sejatinya menstruasi bukan penghalang bagi wanita untuk tetap melakukan aktivitas, termasuk olahraga seperti berenang. Dari sudut pandang medis, tidak ada larangan untuk berenang saat menstruasi.
Menurut Dr. Jacqueline Ho, MD, ahli endokrinologi reproduksi dan infertilitas di Keck Medicine of USC, berenang saat menstruasi aman dilakukan dan tidak meningkatkan risiko infeksi.
Bahkan berenang saat haid disebut dapat meringankan nyeri atau kram perut. Sementara menyinggung kekhawatiran mengenai pendarahan di kolam renang, Dr Ho mengatakan aliran darah menstruasi cenderung berkurang atau bahkan terhenti sementara saat berada di dalam air.
“Darah biasanya mengalir keluar dari rahim menuju vagina melalui leher rahim karena gravitasi. Tekanan air menurunkan aliran saat berenang, “ ungkap Dr Ho seperti dikutip dari Halodoc, Jumat (30/8/2024).
Mitos dan Fakta seputar Berenang saat Haid
Setelah mengetahui bahwa berenang saat haid itu aman, mungkin Anda penasaran dengan berbagai mitos dan fakta yang berkembang. Berikut ini beberapa di antaranya:
1. Berenang saat Haid Membuat Air Kolam Menjadi Kotor
Ini adalah mitos. Faktanya, dengan menggunakan tampon atau menstrual cup, darah menstruasi tidak akan mencemari kolam. Di dalam air, aliran darah juga sangat sedikit.
2. Darah Menstruasi Mengubah Warna Air Kolam Menjadi Merah
Mitos ini tidak benar. Tekanan air kolam dapat memperlambat aliran darah menstruasi, sehingga tidak akan terlihat oleh mata telanjang.
3. Berenang saat Haid Berbahaya Karena Menarik Predator
Ini adalah mitos yang berkembang terutama untuk berenang di laut. Namun, hingga saat ini, tidak ada bukti bahwa hiu lebih tertarik pada wanita yang sedang menstruasi.
4. Berenang saat Haid Rentan Terhadap Infeksi
Risiko terkena infeksi saat berenang sangat kecil. Meski demikian, air yang diklorinasi dapat menyebabkan infeksi jamur atau bakterial vaginosis, namun dapat diatasi dengan membilas area tubuh dengan air bersih setelah berenang.
Tips Aman Berenang saat Haid
Jika ingin tetap berenang saat haid, berikut beberapa tips yang bisa diikuti:
1. Hindari menggunakan pembalut saat berenang karena dapat menyerap air dan menyebabkan ketidaknyamanan.
2. Gunakan tampon atau menstrual cup yang dirancang untuk berenang. Tampon sangat direkomendasikan karena ringan dan nyaman.
3. Ganti tampon segera setelah berenang dan hindari penggunaan lebih dari 8 jam untuk mencegah risiko sindrom syok toksik.
4. Kenakan baju renang khusus yang dirancang untuk menstruasi, yang dapat menahan atau menyerap darah.
5. Pastikan untuk mengganti dan membersihkan pakaian renang atau pakaian dalam secara berkala.
Alternatif Olahraga saat Haid
Selain berenang, ada beberapa olahraga lain yang bisa dilakukan saat menstruasi, seperti:
1. Jalan Kaki
Jalan kaki merupakan olahraga ringan yang dapat membantu menjaga kesehatan fisik dan suasana hati selama menstruasi.
2. Bersepeda
Bersepeda dapat membantu meredakan kram perut dan nyeri punggung yang sering muncul saat haid.
3. Senam Ringan
Senam aerobik dapat meningkatkan sirkulasi darah dan mengurangi kram menstruasi.
4. Yoga dan Pilates
Olahraga ini membantu meregangkan otot dan memberikan rasa rileks, meskipun harus dilakukan dengan hati-hati.
(ori)