LANGIT7.ID, Jakarta,- - Bagi sebagian orang, momentum pergantian
tahun baru digunakan untuk
refleksi atau berbenah diri. Salah satu tradisi yang kerap dilakukan adalah menyusun
resolusi atau target untuk tahun baru.
Namun, bagaimana pandangan Islam tentang refleksi dan menyusun resolusi di tahun baru?
Cendekiawan Muslim,
Prof M. Quraish Shihab menjelaskan, bahwa refleksi diri dalam Islam disebut dengan muhasabah. Sementara resolusi adalah hasil dari muhasabah itu sendiri.
Baca juga: Christy, Freya dan Zee JKT48 Berbagi Cara Refleksi Tengah TahunLebih lanjut, pengarang Tafsir Al-Misbah ini mengatakan, melakukan refleksi diri dengan memanfaatkan momen, termasuk tahun baru, sangat dianjurkan oleh agama.
"Kita dianjurkan untuk merefleksi diri karena kehidupan kita di dunia sering kali melenceng dari apa yang dikehendaki agama. Kehidupan kita di dunia sering kali menjadikan sadar tentang perjalanan waktu, sehingga kita perlu refleksi," tuturnya.
Ayah dari Najwa Shihab ini pun menyinggung ayat Al-Qur'an yang berbicara tentang muhasabah, surah Al-Hasyr ayat 18.
"Salah satu ayat yang berbicara tentang muhasabah, 'Hendaklah setiap orang memperhatian apa yang telah dilakukannya'. Memperhatikan yang telah dilakukan itu adalah memperhatikan hari ini, kemarin, dan besok," jelas Quraish Shihab dalam konten Shihab & Shihab di tahun 2023, dilihat Sabtu (28/12/2024).
Baca juga: Tahun Baru 2024, Komisi Ukhuwah MUI Refleksikan 5 Hal untuk Direnungkan"Muncul rumus, kalau hari ini lebih buruk dari kemarin, itu orang rugi. Kalau hari ini lebih baik dari kemarin, dia untung. Kalau esok lebih buruk dari hari ini, dia celaka," tambahnya.
Mantan Menteri Agama Kabinet Pembangunan VII ini kemudian mengingatkan agar umat Islam melakukan merefleksi tak hanya terbatas pada tahun baru saja, melainkan setiap hari.
Sama halnya dengan menyusun resolusi. Bila mematok target di tahun baru menjadikan seorang Muslim lebih baik, maka dipersilakan.
Baca juga: Kisah Umar bin Khattab di Yerusalem, Refleksi Sikap Toleransi dalam Islam
"Jadi bukan setiap tahun kita lakukan refleksi atau muhasabah. Harus setiap hari. Dan harus sadar bahwa ada yang dinamai waktu. Waktu itu berjalan tanpa kita sadari," tutur Quraish Shihab.
(est)