Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Senin, 25 Mei 2026
home lifestyle muslim detail berita

Keistimewaan Kucing Hewan Lucu nan Manja yang Disayangi Rasulullah

esti setiyowati Rabu, 22 September 2021 - 09:55 WIB
Keistimewaan Kucing Hewan Lucu nan Manja yang Disayangi Rasulullah
Selain terlihat lucu dan menggemaskan, kucing juga mendapat banyak tempat istimewa dalam Islam.
LANGIT7.ID- Melihat tampilannya siapa yang tak langsung jatuh hati dengan kucing? Tak hanya menggemaskan, kucing juga dikenal sebagai hewan yang manja dan setia. Dalam Islam, kucing mendapat tempat yang istimewa.

Rasulullah SAW pun memiliki kucing sebagai hewan peliharaannya. Kucing yang diberi nama Muezza ini mulai dipelihara Rasulullah SAW selama pertempuran Uhud. Dari banyak kisah, Rasulullah kerap menggendong dan mengelus Muezza dan memangku di paha Beliau.

Selain itu, begitu spesialnya perlakukan Rasulullah pada kucing, membuat hewan ini masuk dalam hadits-hadits. Beberapa hadis yang memuat keistimewaan kucing adalah :

Salah satu keistimewaannya dalam Islam adalah kucing merupakan hewan yang jauh dari najis.

Rasulullah bersabda: “Kucing adalah binatang yang badan, keringat, bekas sisa makanan, serta air liurnya adalah suci. Air liurnya bahkan bersifat membersihkan. Hidupnya lebih bersih dari manusia,” (HR. Malik)

“Kucing tidak najis. Ia binatang yang ada di sekitar kalian,” (HR Abu Dawud dan Tirmidzi).

Menurut Ketua Harian Yayasan Az-Zikra Ilham Muhammad Muslih Aziz, dalam lidah kucing ada seperti duri yang bersifat membersihkan dan mengangkat kotoran dalam badannya.

"Bahkan, dalam air liurnya ada zat tertentu yang bisa mempercepat membersihkan kotoran pada bulu kucing," jelas Muslih Aziz.

Hasil riset dari para peneliti Amerika Serikat, menemukan dalam lidah kucing ternyata terdapat 300 buah duri yang berbentuk seperti sendok kecil. Duri-duri tersebut berlapis air liur untuk membersihkan bulu. Distribusi air liur inilah yang bersifat membersihkan bulu-bulu secara menyeluruh. Ini membuktikan bahwa kucing memang benar-benar hewa yang bersih.

Dalam hadits pun dijelaskan bagaimana kucing tidak mengandung najis, bahkan air bekas minumnya pun tetap dipakai Rasulullah untuk berwudhu. Rasulullah menunggu hingga si kucing menyelesaikan hajatnya, baru beliau berwudhu.

“Ketika Nabi Muhammad akan berwudhu dihampiri oleh seekor kucing dan kucing tersebut minum di bejana tempat beliau wudhu. Nabi berhenti hingga kucing tersebut selesai minum lalu berwudhu”. (HR Muslim).

Jika Sahabat7 menyukai dan ingin memelihara hewan lucu berbulu ini, tengok beberapa kisah Rasulullah dengan Muezza. Dimana Rasulullah rela memotong jubahnya yang menjadi alas tidur Muezza.

"Ada kisah dimana jubah Rasulullah menjadi alas tidur Muezza. Bukannya membangunkan Muezza, Rasulullah memilih memotong sebagian jubahnya dan tetap membiarkan kucing kesayangaannya itu tidur. Begitu cintanya Rasulullah pada kucing," kata Muslih Aziz.

Islam mengajarkan umatnya untuk selalu menyayangi dan memperlakukan mahluk hidupnya dengan baik. Tak terkecuali kucing yang mendapat tempat istimewa.

Dari ibnu Umar RA Nabi Muhammad SAW bersabda “Seorang wanita dimasukkan ke dalam neraka karena seekor kucing yang dia ikat dan tidak diberikan makan bahkan tidak diperkenankan makan binatang binatang kecil yang ada di lantai’. (HR Bukhari).

Hadits tersebut menekankan bahwa haram hukumnya membunuh mahluk hidup ciptaan Allah SWT. Bahkan, dengan membiarkan kucing kehausan dan kelaparan ada ganjaran dari perbuatannya itu.

(est)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Senin 25 Mei 2026
Imsak
04:26
Shubuh
04:36
Dhuhur
11:53
Ashar
15:14
Maghrib
17:47
Isya
19:00
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)