alexametrics
kalender Rabu, 19 Januari 2022
home home & garden detail berita
Omah UGM Kotagede Wisata Pelestarian Pusaka dan Mitigasi Bencana
Priyo Setyawan Kamis, 06 Januari 2022 - 16:54 WIB
Omah UGM  Kotagede  Wisata  Pelestarian Pusaka dan Mitigasi Bencana
Omah UGM merupakan bangunan terdampak gempa tahun 2006. Foto: Istimewa
LANGIT7.ID - , Jakarta - Di sudut Kotagede, Yogyakarta berdiri bangunan tradisional Jawa yang diberi nama Omah UGM. Struktur serta fasad atau muka bangunan Omah UGM memiliki citra kuat sebuah rumah tradisional Kotagede.

Omah UGM merupakan bangunan terdampak gempa tahun 2006, yang dibeli oleh Universitas Gadjah Mada (UGM) dan dijadikan bagian dari program revitalisasi kawasan pusaka Kotagede berbasis 3K (Komunitas, Kerajinan, dan Kultural). Untuk proses renovasi didukung oleh JICA, Total Indonesie, Exxon Mobil Oil, dan donatur perorangan.

Baca juga: 5 Cara Siapkan Mushala dalam Rumah yang Bisa Tambah Khusyuk Shalat


Bangunan Omah UGM memiliki tata ruang khas bangunan rumah Jawa yang terdiri atas pendopo atau bangunan tanpa dinding yang biasa digunakan sebagai tempat pertemuan. Bangunan induk yang dinamakan dalem, juga pringgitan atau penghubung antara pendopo dan rumah dalem.

Omah UGM  Kotagede  Wisata  Pelestarian Pusaka dan Mitigasi Bencana

Salah satu sudut di Omah UGM, Yogyakarta. Foto: Istimewa


Selain itu terdapat pula sentong atau kamar serta gandhok yang terletak di sisi kanan dan kiri rumah. Ornamen serta material bangunan juga dipertahankan sesuai wajah Kotagede.

“Dinding dalem sangat khas terbuat dari kayu, bukan tembok. Suatu kondisi yang sudah langka di Kawasan Pusaka Kotagede,” kata dosen Arsitektur UGM, Laretna Trisnantari Adishakti, Kamis (6/1/2022).

Kotagede yang merupakan bekas ibu kota kerajaan Mataram Islam pada abad 15 memang dikenal mewakili saujana Jawa yang ideal dan menawarkan karakter yang unik. Gempa tahun 2006 dengan kekuatan 5.9 SR berpengaruh pada bangunan tua di Kotagede yang tak mampu menahan dikarenakan material dominan kayu dan termakan usia.

Sejak gempa 2006, secara bertahap proses pemulihan di Kotagede dilakukan. Banyak pihak yang ikut serta mulai dari masyarakat setempat, pelestari, pemerintah, hingga donatur swasta lokal hingga internasional. Rumah berusia hampir 200 tahun yang kini menjadi Omah UGM merupakan salah satu bangunan tua yang mampu bertahan terhadap gempa meski mengalami sejumlah kerusakan.

Melalui kerja sama dengan berbagai pihak, bangunan yang mengalami kerusakan ini ditransformasi menjadi pusat gerakan pelestarian budaya UGM dan pusat pelatihan mitigasi bencana pada cagar budaya.

Saat ini Omah UGM digunakan untuk aktivitas perkuliahan dan penelitian Departemen Teknik Arsitektur dan Perencanaan UGM karena fungsinya sebagai media pembelajaran pelestarian pusaka termasuk pengelolaan risiko bencana untuk pusaka berbasis 3K, bahkan menjadi materi tugas studio mahasiswa terkait olah desain arsitektur pusaka.

Baca juga: Usir Penat dengan Hadirkan Taman Jepang di Rumah Tengah Kota

“Omah UGM menjadi rumah bagi gerakan baru konservasi cagar budaya di Jogja dan juga di Indonesia,” jelas Sita panggilan Laretna Trisnantari Adishakti.

Tempat ini juga banyak dikunjungi pelajar, wisatawan, atau masyarakat pada umumnya untuk kegiatan edukasi, wisata, ataupun produksi foto dan video. Wajah bangunan yang khas beserta barang-barang antik yang tersimpan rapi di dalamnya menjadikan Omah UGM lokasi yang menarik untuk dikunjungi berbagai kalangan.priyo setyawan
(est)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Rabu 19 Januari 2022
Imsak
04:20
Shubuh
04:30
Dhuhur
12:07
Ashar
15:30
Maghrib
18:19
Isya
19:33
Lihat Selengkapnya
QS. An-Nisa':59 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اَطِيْعُوا اللّٰهَ وَاَطِيْعُوا الرَّسُوْلَ وَاُولِى الْاَمْرِ مِنْكُمْۚ فَاِنْ تَنَازَعْتُمْ فِيْ شَيْءٍ فَرُدُّوْهُ اِلَى اللّٰهِ وَالرَّسُوْلِ اِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُوْنَ بِاللّٰهِ وَالْيَوْمِ الْاٰخِرِۗ ذٰلِكَ خَيْرٌ وَّاَحْسَنُ تَأْوِيْلًا ࣖ
Wahai orang-orang yang beriman! Taatilah Allah dan taatilah Rasul (Muhammad), dan Ulil Amri (pemegang kekuasaan) di antara kamu. Kemudian, jika kamu berbeda pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah kepada Allah (Al-Qur'an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.