Kemenangan Recep Tayyip Erdogan di pemilu presiden (pilpres) Turki pada 28 Mei 2023 silam merupakan kemenangan seluruh rakyat Turki. Bahkan, kegembiraan tersebut tidak hanya dirasakan
Setelah dinyatakan memenangkan pemilihan presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan dilantik untuk masa jabatan ketiga. Erdogan siap menjadi pelayan masyarakat tanpa memihak.
Suara takbir Allahu Akbar menggema saat Presiden Recep Tayyip Erdogan dinyatakan menang putaran kedua pemilihan presiden (pilpres) Turki Minggu (28/5/2023). Erdogan telah mengalahkan rivalnya
Turki tampaknya menuju pemilihan presiden putara kedua setelah Recep Tayyib Erdogan maupun Kemal Kilicdaroglu melewati ambang batas untuk menang langsung pada Ahad (14/5/2023)
Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan telah berjanji untuk membangun kembali rumah warga yang rusak dalam waktu satu tahun. Bahkan, rencananya juga akan dibangun rumah tahan gempa.
Sudah hampir dua sejak bencana itu terjadi, jumlah korban tewas sudah tembus 45.000 orang lebih hingga membuat masjid di seluruh dunia melaksanakan salat gaib.
Warga kompleks perumahan mewah di selatan Turki itu tak pernah mengira bahwa apartemen mereka harus runtuh akibat gempa. Bahkan, ratusan orang tewas akibat tertimpa reruntuhan di kompleks tersebut.
Ketua Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Kahramanmaras, Hammam Ishthifaulloh, menjadi salah satu penyintas gempa bumi M7,8 yang mengguncang Turki-Suriah pada Senin (6/2/2023).
Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi, memerintah Duta Besar RI untuk Turki, Lalu Muhamad Iqbal, untuk berkantor sementara di Adana, salah satu kota yang terdampak gempa bumi di Turki.
Erdogan sebelumnya telah mengumumkan bahwa tanggal 14 Mei akan menjadi tanggal pemilihan parlemen dan presiden berikutnya di Turki. Dia berencana mencalonkan kembali untuk maju sebagai Presiden Turki.
Data pemerintah setempat pada Rabu (8/2) kemarin, korban tewas di Turki dikonfirmasi naik menjadi 9.057 orang. Sementara di Suriah naik menjadi 2.950 orang.
Hal itu disampaikannya setelah beberapa rakyat Turki yang menjadi korban gempa mengkritik langkah pemerintah. Warga menilai pemerintah Turki lamban dalam memberikan pertolongan.
Tim evakuasi kesulitan mengevakuasi para korban gempa yang tertimbun reruntuhan bangunan. Diperkirakan jumlah korban tewas akan terus bertambah mengingat gempa berkekuatan Magnitudo 7,8 itu memiliki daya rusak cukup parah.