KH Said Aqil Siradj mengkritik mentalitas meminta-minta di kalangan umat Islam dan mendorong kemandirian ekonomi, kerja keras, serta kebangkitan umat lewat penguasaan ilmu dan usaha.
Anwar Abbas menyoroti pidato Prabowo soal bank Himbara yang diminta lebih berpihak ke UMKM. Ia menilai perlu revolusi kebijakan kredit agar ekonomi rakyat benar-benar terangkat.
Presiden Prabowo menegaskan Indonesia tetap membutuhkan sektor swasta yang kuat, inovatif, dan dinamis. Pemerintah juga mendorong lahirnya pengusaha muda lewat dukungan startup dan reformasi perizinan.
BTN telah menyalurkan Kredit Program Perumahan hampir Rp3 triliun hingga Mei 2026. Pembiayaan ini diperkuat dari sisi supply dan demand untuk mendorong ekosistem perumahan nasional.
Fitch Ratings memproyeksikan pembiayaan perbankan syariah Indonesia tumbuh 10 persen pada 2026. Populasi muslim besar dan pasar unbanked jadi pendorong utama pertumbuhan.
Pakar ekonomi ITS Muhammad Ubaidillah mengungkap strategi mitigasi pelemahan rupiah yang tembus Rp17.600 per dolar AS, mulai dari penguatan UMKM hingga hilirisasi industri nasional.
Dosen UB Wildan Syafitri mengingatkan masyarakat tak panik saat rupiah melemah ke Rp17.000 per dolar AS. Ekspektasi pasar, capital outflow, dan ketergantungan impor jadi faktor utama.
Didik J Rachbini menilai keberhasilan Habibie menguatkan rupiah dari Rp16.800 ke Rp6.500 per dolar ditopang pemulihan kepercayaan pasar, reformasi institusi, dan independensi BI.
Ekonom Universitas Paramadina menilai pertumbuhan ekonomi RI 5,61 persen menyimpan banyak tekanan, dari rupiah melemah, utang membengkak, hingga kelas menengah yang makin tertekan.
Ekonom Didik J Rachbini menilai Indonesia tak akan keluar dari pertumbuhan ekonomi 5 persen tanpa deregulasi, reformasi birokrasi, investasi asing, dan lonjakan ekspor.
Bank Indonesia mengungkap penyebab rupiah tertekan, mulai dari konflik Timur Tengah, lonjakan harga minyak, hingga kebutuhan dolar untuk haji, dividen, dan utang luar negeri.