Analisis Prof. Dr. Bambang Setiaji mengenai kejatuhan pasar saham dari sudut pandang ekonomi syariah, mulai dari bahaya goreng saham hingga pentingnya kejujuran dalam berbisnis.
Ulasan Prof. Bambang Setiaji mengenai pentingnya peran sektor swasta dalam ekonomi Indonesia, kritik terhadap dominasi negara dan oligarki, serta solusi efisiensi melalui kemitraan swasta.
Prof. Dr. Bambang Setiaji mengulas kebijakan pembukaan fakultas kedokteran baru di Indonesia. Benarkah menambah jumlah dokter akan menurunkan biaya kuliah, menghilangkan komersialisasi, dan memeratakan kualitas pelayanan kesehatan hingga ke pelosok? Simak analisis ekonomi di balik ijin fakultas kedokteran.
Analisis tajam Prof. Dr. Bambang Setiaji mengenai pertumbuhan ekonomi Indonesia yang dinilai elitis dan salah arah. Simak ulasan tentang masalah pengangguran, minimnya pekerjaan layak, dan ketimpangan ekonomi.
Artikel ini membahas strategi restorasi pasca-banjir Aceh dan Sumatra senilai Rp60 triliun melalui pemberdayaan ekonomi lokal dan penggunaan material setempat seperti model Pavingisasi di Bojonegoro.
Simak analisis Prof. Bambang Setiaji mengenai urgensi Wakil Presiden berkantor di Papua dan percepatan IKN. Berdasarkan data ketimpangan infrastruktur jalan raya dan perputaran uang yang terpusat di Jawa, artikel ini mengulas strategi pemerataan ekonomi syariah demi menjaga keutuhan NKRI dan kepuasan optimal masyarakat.
Gagasan E-MBG dinilai mampu memodernisasi program Makan Bergizi Gratis melalui platform digital, melibatkan kafe dan resto lokal, memperluas pemerataan ekonomi, meningkatkan kepuasan penerima manfaat, serta memperkuat ketahanan pangan nasional di era internet.
Konsep selter TKI dinilai penting untuk memperkuat perlindungan hukum, kesehatan mental, dan profesionalisme pekerja migran Indonesia, khususnya asisten rumah tangga dan layanan home care, berbasis prinsip hubungan kerja bil maruf yang saling menghormati.
Indonesia menghadapi bencana alam yang makin masif akibat tata kelola eksploitasi alam yang lemah, kerugian besar masyarakat, hingga dampak pemanasan global. Artikel ini mengulas urgensi reformasi pengelolaan sumber alam dan pentingnya saham negara untuk memperkuat pengawasan dan keadilan ekonomi.
Potensi ekonomi syariah Indonesia mencapai ribuan triliun rupiah, namun 12,5% kebutuhan halal masih bergantung pada impor. Kolom ini membahas ruang komoditi ekonomi Islam, tantangan industri halal, hingga urgensi efisiensi dan riset teknologi sebagai visi besar ekonomi syariah masa depan.
Analisis hubungan strategi kebijakan pemerintah dengan respons rasional pelaku ekonomi menjadi sorotan Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah. Dalam relasi modern, transparansi dan gotong royong jadi kunci agar kebijakan tak mandul dan pertumbuhan ekonomi berjalan. Simak pandangan lengkapnya di sini.
Artikel ini membahas pentingnya membangun budaya kemandirian dan martabat bangsa dalam ekonomi syariah. Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah menyoroti bahaya budaya BANSOS, pentingnya pemerataan berusaha, serta teladan Nabi dan program padat karya Orde Baru dalam menciptakan bangsa yang kuat dan bermartabat.
Sektor informal menjadi tulang punggung ekonomi Indonesia dengan 82 juta pekerja yang berperan penting dalam roda perekonomian. Meski tumbuh pesat berkat teknologi digital seperti ojol dan e-commerce, sektor ini tetap membutuhkan intervensi negara melalui pajak, perlindungan, dan sertifikasi trusted agar semakin kuat dan berdaya saing global.