Dosen Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin, menilai masyarakat tidak perlu takut menghadapi krisis ekonomi. Dia menilai krisis itu harus dilihat sebagai peluang.
Mantan Menteri Keuangan RI, Muhammad Chatib Basri, menilai Indonesia tidak akan mengalami resesi. Meski begitu, pemerintah Indonesia mesti melakukan langkah antisipasi untuk menghadapi situasi saat ini.
Menurut Jokowi, terkendalinya inflasi antara lain disebabkan oleh keharmonisan hubungan antara otoritas pemegang fiskal (Menteri Keuangan) dengan bank sentral (Bank Indonesia) yang berjalan beriringan, rukun, dan sinkron.
Salah satu rencana Ganjar yaitu memprioritaskan rancangan perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran 2022 untuk bantuan sosial dan bantuan kepada kabupaten/kota.
Ketidakpastian harga komoditas minyak global berdampak pada perekonomian Indonesia hingga harga Bahan Bakar Minyak (BBM) pun kembali naik meskipun subsidi diberikan sangat besar.
Bahkan, Huda memperkirakan inflasi menembus 8-8,5 persen setelah kenaikan harga BBM. Peningkatan inflasi ini mengakibatkan penurunan konsumsi sekitar 0,03 persen.
Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira, menilai keputusan pemerintah menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dilakukan pada waktu yang tidak tepat dan bisa memicu dampak negatif ke berbagai sektor.
Isu kenaikan harga BBM yang disebut bakal diumumkan 1 September 2022 belum nampak. Meski demikian, pengamat kebijakan publik menilai pemerintah harus cermat dalam mengambil keputusan.
Ekonom Senior, Faisal Basri, menilai penerapan sistem ekonomi Islam bisa menjadi solusi inflasi perekonomian dunia. Hal itu karena karakteristik ekonomi Islam sangat berbeda dengan sistem kapitalis yang sangat individualistik.
Pengamat ekonomi UGM, Fahmy Radhi menyebut, rencana kenaikan BBM bersubsidi bakal menyulut inflasi. Apalagi bila skema harganya sampai membenani masyarakat.
ONS menyebut, biaya energi, bensin dan solar juga menjadi pemicu melonjaknya inflasi di Inggris. Tetapi, makanan dan minuman non-alkohol menjadi faktor terbesar kenaikan harga kebutuhan pokok di negara itu pada bulan Juli.
Pemerintah optimis pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartar II tahun 2022 berada sedikit di atas 5 persen. Hal ini berkat peningkatan konsumsi masyarakat dan membaiknya kinerja industri manufaktur.