Awan PBNU KH Abdul Muhaimin menegaskan pentingnya menjaga AD/ART dan marwah Nahdlatul Ulama di tengah dinamika internal, serta menolak forum non-konstitusional yang tak diakui struktur NU.
Pernyataan mantan Ketua PBNU Andi Jamaro Dulung menyoroti hasil Musyawarah Kubro di Lirboyo yang dinilai tidak dikenal dalam AD/ART NU dan tidak memiliki legitimasi konstitusional dalam struktur Nahdlatul Ulama.
PWNU dan PCNU se-Kalimantan Utara menggelar Istighotsah dan MUSKERWIL 2025 sebagai momentum konsolidasi organisasi serta menegaskan dukungan penuh terhadap keputusan PBNU terkait penyelenggaraan Muktamar NU 2026.
PBNU mengawali agenda di Jawa Timur dengan silaturahmi dan sowan ke para masyaikh pesantren Surabaya dan Kediri sebagai bagian konsolidasi kepemimpinan, penguatan ukhuwah ulama, dan penjagaan khittah NU.
KH Zulfa Mustofa langsung bergerak cepat usai ditetapkan sebagai Pj Ketua Umum PBNU dengan melakukan kunjungan kerja pertama ke Banten. Ia menegaskan kedekatan historis NU dengan Banten, meninjau pembangunan kampus NU, dan memaparkan rencana fasilitas pelayanan seperti rumah sakit NU.
PBNU resmi menetapkan KH Zulfa Mustofa sebagai Penjabat Ketua Umum menggantikan Gus Yahya dalam Rapat Pleno tertutup di Jakarta, Selasa (9/12/2025). Keputusan bersejarah ini dikukuhkan Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar dan menjadi tonggak penting menuju Muktamar 2026.
PBNU menggelar Rapat Pleno pada 9 Desember 2025 di Jakarta, diawali doa bersama dan donasi untuk korban bencana di Sumatera. Forum konstitusional ini membahas dinamika kepemimpinan, termasuk penetapan Pj Ketua Umum pengganti Gus Yahya sesuai keputusan Syuriah PBNU.
Forum Silaturrahim Kader NU se-Dunia menyampaikan keprihatinan atas dinamika di PBNU dan menegaskan pentingnya kembali pada Khittah 1926. Lewat Konsolidasi Virtual yang diikuti 910 peserta, forum mendorong Syuriyah PBNU memulihkan wibawa organisasi dan memastikan proses menuju Muktamar 2026 berjalan tertib.
PWNU Aceh mengajak masyarakat melaksanakan shalat ghaib untuk para korban banjir bandang dan longsor di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Abu Sibreh menegaskan pentingnya doa, etika publik, serta solidaritas dalam menghadapi bencana besar yang merenggut ratusan jiwa.
Ketum PBNU Yahya Cholil Staquf merespons isu pemakzulan dengan tenang saat menghadiri Rakor PWNU se-Indonesia di Surabaya. Ia menegaskan pertemuan hanya untuk silaturahmi, sementara Gus Ipul mengimbau warga NU tetap tenang menghadapi dinamika organisasi ini.
PBNU diterpa dinamika internal usai beredarnya dokumen risalah rapat Syuriyah yang meminta Ketum PBNU Gus Yahya mundur. Gus Ipul menyerukan seluruh Nahdliyin tetap tenang dan menunggu informasi resmi Syuriyah.