Al-Quran memandang manusia bukan sekadar entitas biologis yang terikat materi. Manusia adalah khalifah dengan dimensi ruhani yang tinggi, yang dituntut untuk meningkatkan kesadaran spiritualnya.
Filsafat modern mereduksi hakikat manusia menjadi sekadar makhluk biologis dan material. Al-Quran menawarkan pandangan holistik melalui wahyu untuk memahami manusia secara utuh.
Sains modern kerap kali memisahkan diri dari nilai spiritual dan moral. Al-Quran menawarkan integrasi antara penguasaan alam raya dan etika, demi mencapai kemakmuran dan kebahagiaan umat manusia.
Al-Quran tidak sekadar teks keagamaan, tetapi juga memuat fondasi ilmu dan filsafat manusia. Melalui tujuan, cara, dan pembuktiannya, kitab suci ini memberikan petunjuk bagi peradaban.
Ahli tafsir Qur'an, Prof Quraish Shihab menjelaskan bahwa halal bihalal bukan sekadar kegiatan saling berjabat tangan dan bermaafan, tetapi memiliki nilai filosofis yang sangat dalam, terutama dalam membangun hubungan antarmanusia.
Quraish Shihab menegaskan bahwa kewajiban zakat juga relevan untuk berbagai profesi modern yang tidak dikenal pada masa Nabi Muhammad, seperti dokter, pengacara, maupun profesi profesional lainnya.
Abdul Muti membagikan penjelasan tentang makna Lailatulqadar, termasuk pandangan Quraish Shihab dan hadis tentang malam mulia pada sepuluh hari terakhir Ramadan.
Mantan Menteri Agama sekaligus salah satu Cendekiawan Muslim Indonesia, M. Quraish Shihab, menyampaikan pesan dan doa khusus bagi Presiden Prabowo Subianto dalam peringatan Nuzulul Quran Tingkat Nasional di Istana Negara.
Prof Quraish Shihab menjelaskan bahwa akal dan hati tidak perlu dipertentangkan. Simak alasan mengapa iman tak bisa digapai hanya dengan logika rasional di sini.
Polemik tafsir ilmiah membelah ulama antara pembatasan makna era Nabi dan tuntutan sains modern. Quraish Shihab menawarkan jalan tengah agar wahyu tetap relevan tanpa dipaksa tunduk pada laboratorium.
Perdebatan penafsiran ilmiah Al-Quran membelah pemikiran Islam dari masa Abbasiyah hingga modern, antara ambisi membuktikan mukjizat dan risiko pemaksaan makna teks suci demi sains.
Membedakan Syariat yang absolut dengan fikih yang dinamis adalah kunci modernisasi tafsir. Di hadapan revolusi genetika dan umur panjang manusia, reaktualisasi ayat menjadi keniscayaan yang tak terelakkan.
Meninggalkan pola analitis ayat per ayat, metode mawdhuiy hadir menghimpun teks setema dari pelbagai surah. Inilah cara mengajak Al-Quran berbicara untuk menjawab persoalan manusia secara tuntas.