Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran memicu dorongan agar Indonesia bersikap tegas menolak penggunaan wilayah udara demi menjaga prinsip kemanusiaan dan perdamaian dunia.
Kementerian Pertahanan klarifikasi wacana izin akses pesawat militer AS di wilayah udara Indonesia. Simak penjelasan terkait kedaulatan negara dan status draf kesepakatan terbaru di sini!
Telah dipastikan bahwa perundingan antara Iran dan Amerika Serikat (AS) yang berlangsung selama 21 jam menemui jalan buntu alias gagal. Ada dua poin penting yang menjadi penghalang untuk terbentuknya kesepakatan.
Tidak butuh waktu lama bagi Presiden AS Donald Trump untuk merespons gagalnya perundingan dengan Iran. Lagi-lagi dengan ancaman, Trump mengumumkan bahwa angkatan laut AS akan memulai proses memblokir semua kapal yang mencoba masuk atau keluar dari Selat Hormuz.
Perundingan antara Iran dan Amerika Serikat (AS) menemui jalan buntu alias gagal mencapai kesepakatan setelah pembicaraan 21 jam dilakukan di Islamabad, Pakistan yang dimulai sejak Sabtu, 11 April.
Iran dan Oman diizinkan untuk memungut biaya pada kapal yang melintasi Selat Hormuz, sebagai bagian dari kesepakatan gencatan senjata selama dua minggu. Pungutan ini termasuk dalam proposal Iran dalam upaya mengakhiri perang dengan Israel dan Amerika Serikat.
Hacker Iran dilaporkan membobol sistem kendali industri Rockwell Automation di Amerika Serikat, menargetkan sektor energi dan air. Simak peringatan CISA & FBI terkait ancaman infrastruktur kritis ini.
Iran mengatakan telah menerima gencatan senjata selama dua minggu. Kesepakatan yang dicapai atas persetujuan Pemimpin Tertinggi, Mojtaba Khamenei itu merupakan kemenangan bagi Iran.
Ketegangan Iran vs AS memanas akibat strategi agresif Donald Trump. Simak analisis strategi serangan dan counter attack ala Mourinho yang dinilai bisa mengubah arah konflik global.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei memastikan Teheran tidak akan pernah menerima rencana 15 poin yang diajukan oleh Amerika Serikat (AS) bulan lalu.