Kerap Disebut dalam Al Qur'an, Warna Ini Teduhkan Interior
Fajar adhitya
Kamis, 21 April 2022 - 12:55 WIB
Dominasi warna hijau dalam penataan interior rumah. Foto: Istock/Getty Image
Warna hijau menciptakan suasana tenang dan damai. Ini juga warna favorit untuk urusan interior. Warna yang bernuansa alami ini terbilang ampuh memperbaiki mood dan menghalau energi negatif.
Sebenarnya hijau bukanlah warna primer melainkan salah satu warna sekunder hasil penggabungan antara kuning dan biru. Dia merupakan komplemen dari magenta.
Dalam survey di negara-negara Islam, hijau diasosiakan dengan alam, kehidupan, energi, musim semi, harapan, dan usia muda. Tak mengherankan sebab, pandangan itu lekat dengan keyakinan yang bersumber pada kitab suci Al Qur'an.
Al Qur'an banyak menyebut warna hijau ketika menggambarkan surga dan kenikmatan. Tak hanya secara secara denotatif, tetapi juga secara konotatif warna hijau dijadikan simbol kebaikan sekaligus menempati posisi yang istimewa.
Misalnya, pada QS. Al-An’am ayat ke-99, Allah menggambarkan hijau sebagai warna tanaman yang keluar dari tumbuh-tumbuhan dan dari tanaman yang menghijau tersebut keluar butiran-butiran yang banyak.
Allah juga mengilustrasikan hijau sebagai warna tanaman gandum sebagaimana tertera dalam QS. Yusuf ayat ke-43 dan ayat ke-46. Selain itu, warna hijau lekat dengan keadaan surga.
Dalam QS. Al-Kahf ayat ke-31 dan QS. Al-Insaan ayat ke-21, Allah SWT menerangkan bahwa orang-orang yang menghuni surga dan mereka mengenakan pakaian berwarna hijau yang terbuat dari sutera halus dan tebal.
Sebenarnya hijau bukanlah warna primer melainkan salah satu warna sekunder hasil penggabungan antara kuning dan biru. Dia merupakan komplemen dari magenta.
Dalam survey di negara-negara Islam, hijau diasosiakan dengan alam, kehidupan, energi, musim semi, harapan, dan usia muda. Tak mengherankan sebab, pandangan itu lekat dengan keyakinan yang bersumber pada kitab suci Al Qur'an.
Al Qur'an banyak menyebut warna hijau ketika menggambarkan surga dan kenikmatan. Tak hanya secara secara denotatif, tetapi juga secara konotatif warna hijau dijadikan simbol kebaikan sekaligus menempati posisi yang istimewa.
Misalnya, pada QS. Al-An’am ayat ke-99, Allah menggambarkan hijau sebagai warna tanaman yang keluar dari tumbuh-tumbuhan dan dari tanaman yang menghijau tersebut keluar butiran-butiran yang banyak.
Allah juga mengilustrasikan hijau sebagai warna tanaman gandum sebagaimana tertera dalam QS. Yusuf ayat ke-43 dan ayat ke-46. Selain itu, warna hijau lekat dengan keadaan surga.
Dalam QS. Al-Kahf ayat ke-31 dan QS. Al-Insaan ayat ke-21, Allah SWT menerangkan bahwa orang-orang yang menghuni surga dan mereka mengenakan pakaian berwarna hijau yang terbuat dari sutera halus dan tebal.