Menyelami esensi tujuan hidup manusia melalui perumpamaan klasik tentang tiga kelompok pencari kebenaran. Sebuah refleksi mengenai melampaui rasa takut dan pamrih demi merengkuh realitas sejati.
Menyelami esensi tujuan hidup manusia melalui perumpamaan klasik tentang tiga kelompok pencari kebenaran. Sebuah refleksi mengenai melampaui rasa takut dan pamrih demi merengkuh realitas sejati.
Menelusuri keutamaan Haji Tamattu dalam perspektif syariat. Sebuah tinjauan fikih tentang mengapa Rasulullah memberikan kelonggaran melalui umrah sebelum haji, demi kemudahan dan kesempurnaan ibadah.
Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi meminta Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) membatasi aktivitas ibadah tambahan serta menunda perjalanan tur kota ke luar Mekkah menjelang fase puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
Menelusuri esensi teknik berhaji melalui pilihan Tamattu, Qiran, dan Ifrad. Sebuah narasi tentang keluwesan syariat dalam balutan sejarah, hukum fikih, dan pilihan spiritual umat manusia di Makkah.
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
Delegasi FTUB Universitas Brawijaya mengikuti workshop internasional hidropower di China untuk memperkuat kolaborasi global dan pengembangan teknologi sumber daya air.
Imam Al-Ghazali membedakan antara kontak sosial yang mengalihkan dan kontak tingkat tinggi yang mencerahkan. Baginya, repetisi dan kemapanan sosial justru dapat membunuh potensi progresif individu.
Imam al-Ghazali menata jalan tarekat untuk menyucikan jiwa. Menolak nafsu dan ketamakan, seorang murid harus tunduk pada bimbingan guru agar sampai pada kebenaran hakiki.