LANGIT7.ID-, Mekkah - - Otoritas Umum Urusan
Masjidil Haram dan
Masjid Nabawi melakukan proses penggantian
Kiswah, kain hitam penutup Kakbah, pada Selasa (16/6/2026) bertepatan dengan
1 Muharram 1448 H, awal tahun Hijriah.
Kiswah Kakbah memulai tahapan penggantian pada Senin malam waktu setempat. Proses diawali dengan melepas berbagai ornamen dan hiasan yang terpasang pada Kiswah lama, termasuk dekorasi bersulam benang emas, lampu-lampu hias, serta tirai pintu Kakbah.
Baca juga: Kiswah Kakbah Diangkat Setinggi 3 Meter, Tanda Musim Haji DimulaiPenggantian Kiswah merupakan tradisi tahunan yang telah berlangsung selama puluhan tahun dan menjadi bagian dari penghormatan terhadap Kakbah sebagai kiblat umat Islam di seluruh dunia.
Dilansir dari
Saudi Gazette, Kiswah baru diangkut dari Kompleks Raja Abdulaziz menuju Masjidil Haram melalui sistem operasional khusus yang dirancang sesuai standar internasional.
Seluruh proses pemasangan ditangani oleh tim teknis dan pengrajin profesional Arab Saudi yang memiliki keahlian khusus dalam pembuatan dan pemasangan Kiswah.
Tim tersebut bertugas mengangkat Kiswah lama, melepas bagian-bagian sulaman emas dan perak, kemudian memasang Kiswah baru secara bertahap hingga menutupi seluruh bangunan Kakbah.
Kiswah dari Bahan Berkualitas TinggiPembuatan Kiswah Kakbah menggunakan bahan-bahan pilihan dengan kualitas terbaik. Untuk satu lembar Kiswah dibutuhkan sekitar 825 kilogram sutra alami, 47 gulung kain sutra hitam untuk lapisan luar, serta 400 kilogram kapas murni sebagai lapisan dalam.
Baca juga: Wanita Arab Dilibatkan Proses Sakral Pergantian Kiswah Ka'bahSelain itu, proses penyulamannya menggunakan sekitar 60 kilogram perak murni dan 120 kilogram perak berlapis emas yang digunakan untuk menghias ayat-ayat Al-Qur'an dan motif-motif Islami pada permukaan Kiswah.
Sebelum digunakan, seluruh bahan baku menjalani serangkaian pengujian ketat di laboratorium khusus guna memastikan kualitas, ketahanan, serta kemampuannya menghadapi berbagai kondisi cuaca.
Sebagai informasi, pembuatan Kiswah dilakukan melalui tujuh tahapan utama, yakni pewarnaan, penenunan mesin, pengujian laboratorium, pencetakan pola, penyulaman, penenunan tangan, dan perakitan.
Pada tahap pencetakan, ayat-ayat Al-Qur'an dan ornamen Islami terlebih dahulu dipindahkan ke atas kain sebelum disulam menggunakan benang emas dan perak dengan teknik presisi tinggi.
Dalam sebagian besar proses produksi, teknologi modern tetap digunakan. Meski begitu, teknik tenun tangan tetap dipertahankan untuk beberapa bagian khusus yang membutuhkan ketelitian dan keahlian tinggi.
Baca juga: Pergantian Kiswah Ka'bah Gunakan 1.000 Kilogram SuteraPara pengrajin Saudi berperan penting dalam menjaga nilai seni dan warisan budaya yang melekat pada Kiswah sejak berabad-abad lalu. Setelah seluruh bagian selesai dikerjakan, potongan-potongan kain yang telah disulam dirakit menjadi satu kesatuan hingga membentuk Kiswah utuh yang siap dipasang di Kakbah.
(est)