Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Cholil Nafis mengajak generasi muda menjadikan Rasulullah SAW sebagai teladan utama di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan arus informasi digital.
Otoritas Umum Urusan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi melakukan proses penggantian Kiswah, kain hitam penutup Kakbah, pada Selasa (16/6/2026) bertepatan dengan 1 Muharram 1448 H, awal tahun Hijriah.
Momentum pergantian tahun Hijriah ini menjadi saat yang tepat bagi umat Islam untuk melakukan muhasabah, memperbanyak ibadah, dan memanjatkan doa kepada Allah SWT.
Bulan pembuka tahun Hijriah ini sarat makna dan sejarah. Al-Qur'an dan literatur klasik Islam mencatat banyak peristiwa besar terjadi di dalamnya, memperkuat kedudukannya sebagai salah satu bulan paling mulia.
Para santri saling mengunjungi kamar antar-kompleks, menghias ruangan sebagai bentuk penghormatan, lalu berkumpul di pendopo untuk menerima kue dari sang kiai.
Secara sistemik, tidak ada perbedaan antara 1 Muharram dan 1 Suro. Keduanya mengacu pada kalender qamariahsistem penanggalan berbasis perputaran bulan.
Dari mimbar ke mimbar, dari ruang digital hingga majelis ilmu, bulan ini kembali dihidupkan dengan seruan amal saleh, tobat, dan puasa sunnahterutama pada hari Tasua (9 Muharram) dan Asyura (10 Muharram).
Tanggal 1 Muharram 1447 Hijriah jatuh pada Jumat, 27 Juni 2025 lusa. Bukan hanya pergantian tahun Islam, Muharram juga menjadi kesempatan penting bagi umat Islam untuk memperbanyak amalan
Mahkamah Agung Arab Saudi telah menyatakan bahwa hari pertama Muharram 1446 H akan jatuh pada hari Minggu, 7 Juli. Bulan sabit tidak terlihat di Kerajaan pada Jumat malam
Tahun hijriah dimulai dari peristiwa hijrahnya Nabi Muhammad saw dari Makkah ke Madinah. Peristiwa hijrah Rasulullah ini diambil dalam penentuan tahun Hijriah
Muharram, bulan yang dimuliakan oleh Allah SWT, merupakan waktu yang istimewa bagi umat muslim di seluruh dunia. Sebagai salah satu dari empat bulan suci dalam agama Islam
Presiden Kepresidenan Urusan Dua Masjid Suci Sheikh Dr Abdulrahman Bin Abdulaziz Al-Sudais mengungkapkan lebih dari 81 juta jamaah yang salat di Masjid Nabawi, Madinah sejak awal Muharram hingga Jumadil Ula 1444 H.