LANGIT7.ID- Bulan pembuka tahun
Hijriah ini sarat makna dan sejarah.
Al-Qur'an dan literatur klasik Islam mencatat banyak peristiwa besar terjadi di dalamnya, memperkuat kedudukannya sebagai salah satu bulan paling mulia.
Di balik suasana tenang
Muharram yang menyelimuti awal tahun Hijriah, tersimpan narasi-narasi besar yang membentuk fondasi spiritual umat Islam. Kitab-kitab tafsir klasik hingga tradisi lisan masyarakat Muslim Nusantara memelihara memori akan peristiwa-peristiwa agung yang terjadi di bulan ini—sebuah warisan yang menghidupkan makna Muharram sebagai bukan sekadar penanda waktu, melainkan juga ruang kontemplasi sejarah kenabian.
Kitab
Nuzhatul Majalis karya Abdurrahman bin Abdissalam as-Shafuri merangkum tujuh peristiwa besar yang diyakini terjadi di bulan ini. Berikut adalah ketujuhnya.
Baca juga: Peristiwa Muharram: Tafsir Spiritual atas Kisah Nabi Idris 1. Diterimanya Taubat Nabi AdamSetelah diturunkan ke bumi karena melanggar larangan memakan buah terlarang di surga, Nabi Adam terus-menerus memohon ampunan. Allah akhirnya menerima taubatnya di bulan Muharram. Firman-Nya dalam QS Al-Baqarah ayat 37:
“Maka Adam menerima beberapa kalimat dari Tuhannya, lalu Allah menerima taubatnya. Sungguh, Dia Maha Penerima Taubat, Maha Penyayang.”
Menurut Imam Jalaluddin as-Suyuthi, kalimat itu merujuk pada doa dalam Al-A’raf ayat 23 yang berbunyi:
"Rabbanaa dzalamnaa anfusanaa wa in lam taghfir lanaa lanakuunanna minal khaasiriin."
2. Berlabuhnya Bahtera Nabi NuhSetelah enam bulan terombang-ambing oleh banjir besar, bahtera Nabi Nuh akhirnya berlabuh di Gunung Judi, sebagaimana disebut dalam QS Hud ayat 44. Peristiwa itu terjadi pada hari Asyura. Sebagai bentuk syukur, Nuh dan kaumnya berpuasa—sebuah tradisi syukur yang kelak diwarisi oleh generasi Nabi Muhammad SAW.
Baca juga: Peristiwa Muharram: Kisah Nabi Daud di Tengah Bayang-Bayang Kekuasaan 3. Keselamatan Nabi Ibrahim dari Api NamrudzDi usia muda, Nabi Ibrahim menantang kekuasaan Raja Namrudz. Ia dihukum dibakar, namun Allah menyelamatkannya dengan menjadikan api itu dingin dan menyelamatkan. “Hai api, jadilah dingin dan keselamatan bagi Ibrahim.” (QS Al-Anbiya’ ayat 69). Ini menjadi tonggak keyakinan bahwa kebenaran akan selalu diselamatkan oleh Yang Mahakuasa.
4. Kebebasan Nabi Yusuf dari PenjaraKisah tragis Nabi Yusuf yang dijebloskan ke penjara akibat fitnah berakhir dengan keagungan. Ia tak hanya dibebaskan, tapi diangkat menjadi pejabat tinggi Mesir. QS Yusuf ayat 54 mengabadikan pengangkatan tersebut. Momentum ini dipercaya terjadi pada bulan Muharram, memberi pelajaran bahwa kesabaran dan integritas selalu menemukan jalannya.
5. Keluarnya Nabi Yunus dari Perut IkanDalam kegelapan laut dan keputusasaan, Nabi Yunus berseru memohon ampun. Doanya dijawab, ia pun selamat dari perut ikan. QS Al-Anbiya’ ayat 88: “Kami selamatkan Yunus dari kesedihan, dan begitulah Kami menyelamatkan orang-orang yang beriman.” Sebuah pesan abadi bahwa Allah tak pernah menutup pintu maaf dan pertolongan.
Baca juga: Api, Kapak, dan Kekasih Tuhan: Tafsir Pembakaran Nabi Ibrahim pada 10 Muharram 6. Kesembuhan Nabi Ayyub dari PenyakitNabi Ayyub adalah simbol ketabahan. Ia diuji dengan penyakit dan kehilangan, namun tetap berserah kepada Allah. Setelah bertahun-tahun, Allah menyembuhkannya, mengembalikan keluarganya, dan menggandakan keberkahannya. QS Al-Anbiya’ ayat 84 mencatat mukjizat ini sebagai pelajaran untuk semua yang bersabar dalam ujian.
7. Selamatnya Nabi Musa dari Kejaran FiraunDengan mukjizat membelah laut, Musa dan Bani Israil lolos dari kejaran Firaun. QS Asy-Syu’ara ayat 65 menyatakan: “Dan Kami selamatkan Musa dan orang-orang yang bersamanya.”
Peristiwa monumental ini diyakini terjadi pada 10 Muharram, dan karenanya Nabi Muhammad SAW menganjurkan puasa Asyura sebagai wujud syukur.
Kemuliaan MuharramMuharram termasuk dalam al-asyhur al-hurum—empat bulan suci dalam Islam yang dimuliakan oleh Allah. Firman-Nya dalam QS At-Taubah ayat 36 menyebutkan bahwa keempat bulan haram tersebut memiliki nilai sakral yang tak boleh dilanggar, dan di dalamnya segala kebaikan dilipatgandakan, sementara dosa diperberat.
Larangan berperang, anjuran memperbanyak ibadah, dan puasa sunah menjadi ciri khas bulan ini. Bukan kebetulan jika banyak peristiwa agung diabadikan terjadi di bulan ini, seakan menjadi pembuka tahun yang penuh pelajaran dan tanda-tanda keagungan.
Baca juga: Peristiwa Muharram: Kisah Bahtera, Gunung Judi, dan Wasiat Nuh Ketujuh peristiwa besar ini tak hanya mengisi lembaran sejarah keagamaan, tapi juga menghadirkan dimensi moral dan spiritual bagi umat. Dari taubat hingga mukjizat, dari kesabaran hingga keselamatan, Muharram menjadi panggung di mana kisah-kisah besar para nabi ditampilkan sebagai cermin untuk umat di masa kini.
Mereka yang menapaki tahun baru Islam dengan perenungan, puasa, dan amal baik, sejatinya sedang melanjutkan estafet keteladanan para nabi yang telah tertulis dalam ayat demi ayat wahyu. Sebab Muharram, sebagaimana ditunjukkan sejarah, bukan sekadar awal tahun—ia adalah awal dari pelajaran yang abadi.
(mif)