LANGIT7.ID-, Jakarta - - Wakil Ketua Umum
Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Cholil Nafis mengajak generasi muda menjadikan
Rasulullah SAW sebagai teladan utama di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan arus informasi digital.
Kiai Cholil menilai kemajuan teknologi dan media sosial telah membuka akses informasi yang sangat luas bagi kalangan muda. Namun, kondisi tersebut juga menghadirkan tantangan dalam menentukan figur yang pantas dijadikan panutan.
Baca juga: Gus Fahrur: Tahun Baru Hijriah Momen Introspeksi Diri Umat Islam"Anak muda yang sekarang banjir informasi, jangan lupa teladannya adalah Rasulullah,” ujar
Kiai Cholil Nafis di laman resmi MUI, Selasa (16/6/2026).
Cholil menambahkan, banyak figur publik yang saat ini menjadi perhatian generasi muda, mulai dari tokoh hiburan hingga karakter populer. Namun, ia menekankan bahwa sosok yang layak dijadikan panutan tetaplah Rasulullah SAW karena nilai-nilai yang diajarkan bersifat universal dan relevan sepanjang zaman.
“Teladan kita dan
uswah kita adalah Rasulullah,” katanya.
Momentum Tahun Baru Hijriah, kata Kiai Cholil, dapat dimanfaatkan untuk merefleksikan semangat hijrah Rasulullah SAW dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.
Peristiwa hijrah mengajarkan pentingnya keteguhan dalam memegang prinsip keimanan meski harus menghadapi berbagai rintangan dan pengorbanan.
“Hijrah ini menjadikan momentum bagaimana semangat Rasulullah melewati tantangan dan rintangan tetap berpegang teguh pada karakter keimanan itu,” ujarnya.
Meski demikian, Cholil menegaskan bahwa generasi muda tetap harus terbuka terhadap perkembangan zaman. Kreativitas, inovasi, dan kemampuan beradaptasi dengan kemajuan teknologi perlu terus dikembangkan, tetapi harus tetap berlandaskan pada nilai-nilai keimanan dan akhlak.
Baca juga: Tahun Baru Hijriah, UBN: Hijrahlah dari Rasa Malas Atas Nama WFH“Anak muda boleh sekarang berkreasi, tapi harus berpijak pada keimanan itu,” katanya.
Ia juga mengajak generasi muda untuk memiliki keberanian dalam mempertahankan keyakinan dan prinsip yang diyakini kebenarannya. Semangat berkorban demi mempertahankan nilai dan kebenaran, menurutnya, merupakan salah satu pelajaran penting dari perjalanan hijrah Rasulullah SAW.
“Dan mau kita ini berkorban apa pun demi sebuah keyakinan yang kita anggap benar dan kita yakini benar itu,” ujarnya.
Lebih lanjut, Cholil menilai generasi muda memiliki posisi strategis dalam menentukan arah masa depan bangsa. Oleh karena itu, pembinaan karakter, penguatan nilai keagamaan, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi tanggung jawab bersama.
“Anak muda harapan kita di masa yang akan datang, karena dengan anak muda yang sekarang itu adalah semuanya penentuan nasib bangsa kita di masa yang akan datang,” pungkasnya.
(est)