LANGIT7.ID-, Jakarta - -
Tahun Baru Islam hendaknya bukan hanya dimaknai sekadar pergantian tahun, melainkan saatnya melihat lebih dalam tentang apa yang sebenarnya Islam inginkan dari momen ini.
Islam memandang pergantian tahun sebagai momen muhasabah, introspeksi diri yang jujur tentang apa yang sudah dilakukan dan apa yang perlu diperbaiki
Allah SWT berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍ
"Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok." (QS. Al-Hasyr: 18)
Ayat ini adalah undangan untuk selalu mengevaluasi diri, dan tahun baru adalah momen yang paling tepat untuk melakukannya secara serius.
Tahun baru Islam bukan hanya tentang tanggal 1 Muharram saja, melainkan seluruh bulan Muharram menyimpan keutamaan yang sangat besar.
Baca juga: Sejarah Penetapan Tahun Baru Islam dan Perayaannya di Berbagai NegaraMuharram adalah satu dari empat bulan haram dalam Islam, bulan yang Allah muliakan secara khusus. Allah SWT berfirman:
إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِندَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ
"Sesungguhnya jumlah bulan menurut Allah ialah dua belas bulan, sebagaimana dalam ketetapan Allah pada hari Dia menciptakan langit dan bumi. Di antaranya ada empat bulan haram." (QS. At-Taubah: 36)
Keistimewaan paling menonjol di bulan Muharram adalah puasa Asyura di tanggal 10 Muharram. Rasulullah SAW bersabda:
"Puasa hari Asyura, aku berharap kepada Allah agar menghapus dosa setahun sebelumnya." (HR. Muslim)
Satu hari puasa dengan pahala penghapusan dosa setahun, ini adalah karunia Allah yang sangat besar yang tersimpan di awal tahun baru Islam.
Amalan yang Dianjurkan dalam Memperingati Tahun Baru HijriahTidak ada ibadah khusus yang ditetapkan secara syariat untuk merayakan
tahun baru Islam. Tapi ada amalan yang sangat dianjurkan untuk mengisi momen ini dengan bermakna:
1. Muhasabah dan evaluasi diri.Sebaiknya kita meninjau kembali ibadah, akhlak, dan kontribusi selama satu tahun terakhir.
2. Memperbanyak doa.Banyak memohon kepada Allah agar tahun yang baru lebih baik dari tahun yang lalu.
3. Memperbanyak puasa di bulan Muharram.Terutama puasa Asyura di tanggal 10 Muharram.
4. Membaca sejarah hijrah.Menghayati kembali kisah perjuangan Rasulullah SAW dan para sahabat.
5. Berbagi dan bersedekah.Momen awal tahun yang baik untuk memperbaharui niat berbagi kepada sesama.
Demikian amalan yang bisa Anda lakukan dalam memperingati Tahun Baru Islam yang jatuh pada Selasa, 16 Juni 2026 untuk wilayah Indonesia. Sementara di sejumlah negara terdapat perbedaan waktu.
Baca juga: Tahun Baru 1448 H, Menag Ingatkan Bahaya Agama yang Dijadikan Alat KebencianTak hanya perbedaan waktu, masing-maisng negara juga memiliki tradisi dalam merayakan
Tahun Baru Islam. Berikut diantaranya:
1. Indonesia memiliki tradisi Pawai OborDi Indonesia, perayaan 1 Muharram identik dengan pawai obor, terutama di desa-desa dan kota-kota kecil. Anak-anak dan remaja berkeliling kampung sambil membawa obor, menyanyikan sholawat, dan mengumandangkan takbir. Selain itu, masyarakat juga mengadakan doa awal dan akhir tahun, pengajian, dan santunan kepada anak yatim.
2. Arab Saudi memiliki tradisi minum susu di pagi hariBerbeda dengan di Arab Saudi. Negara tersebut, punya tradisi unik minum susu di pagi hari. Tradisi ini melambangkan harapan awal tahun yang putih dan bersih seperti susu.
3. Mesir dengan penari sufiSalah satu identik dari Mesir adalah penari sufi. Gerakan yang sederhana tapi tidak semudah kelihatannya itu, sering kali ditampilkan saat momentum Tahun Baru Islam. Penari Sufi juga menjadi daya tarik wisatawan yang berkunjung ke negara ini.
4. Maroko merayakannya dengan berbagi rotiPada saat momen ini, di Maroko punya tradisi berbagi roti. Lebih dari sekadar tradisi, kegiatan ini juga bisa menumbuhkan rasa kebersamaan terhadap sesama.
(lsi)