Tahun Baru Islam hendaknya bukan hanya dimaknai sekadar pergantian tahun, melainkan saatnya melihat lebih dalam tentang apa yang sebenarnya Islam inginkan dari momen ini. Berikut ini amalan yang dianjurkan dalam merayakan Tahun Baru Islam.
Penanggalan Tahun Baru Islam dicetuskan oleh Khalifah Umar bin Khattab RA sekira tahun 17 Hijriah atau 638 Masehi. Sebelumnya, umat Islam tidak memiliki sistem penanggalan yang seragam. Lalu bagaimana sejarah penetapan 1 Muharram sebagai penanda tahun baru Islam?
Polemik perbedaan awal bulan Hijriah masih jadi soal tiap tahun. Kini pemerintah menegaskan, sidang isbat adalah satu-satunya forum resmi yang menyatukan hisab, rukyat, dan keputusan bersama.
Muhammadiyah mengadopsi Kalender Hijriah Global Tunggal untuk menyatukan waktu ibadah dunia. Menggunakan hisab dan kesatuan matlak, upaya ini bertujuan menyelaraskan kalender Islam dengan realitas global.
Kementerian Agama mengumumkan hilal awal Rabiul Akhir 1447 H berhasil teramati di berbagai titik di Indonesia. Keberhasilan rukyatulhilal ini membuktikan akurasi hisab dan dukungan teknologi modern dalam penetapan awal bulan hijriah.
Banyak yang mengira hijrah Nabi Muhammad ? ke Madinah terjadi di bulan Muharram. Sejarah berkata lain. Kalender Hijriyah justru lahir bertahun-tahun setelah hijrah itu sendiri.
Secara sistemik, tidak ada perbedaan antara 1 Muharram dan 1 Suro. Keduanya mengacu pada kalender qamariahsistem penanggalan berbasis perputaran bulan.
Dari mimbar ke mimbar, dari ruang digital hingga majelis ilmu, bulan ini kembali dihidupkan dengan seruan amal saleh, tobat, dan puasa sunnahterutama pada hari Tasua (9 Muharram) dan Asyura (10 Muharram).
Muhammadiyah resmi mencatatkan babak baru dalam sejarah penanggalan Islam. Dengan penuh khidmat dan gegap gempita, organisasi Islam tertua di Indonesia ini memperkenalkan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT)