Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Rabu, 10 Juni 2026
home global news detail berita

Tahun Baru 1448 H, Menag Ingatkan Bahaya Agama yang Dijadikan Alat Kebencian

tim langit 7 Rabu, 10 Juni 2026 - 17:33 WIB
Tahun Baru 1448 H, Menag Ingatkan Bahaya Agama yang Dijadikan Alat Kebencian
LANGIT7.ID-Jakarta; Menteri Agama Nasaruddin Umar mengajak umat Islam tidak sekadar memaknai Tahun Baru 1448 H sebagai pergantian kalender, melainkan sebagai momentum untuk melakukan perubahan perilaku ke arah yang lebih baik. Semangat hijrah harus diwujudkan dalam aksi konkret yang membawa manfaat bagi masyarakat luas.

"Hijrah itu bukan sekadar perpindahan tempat dari satu titik ke titik lain, melainkan sebuah transformasi spiritual dan sosial menuju pribadi yang lebih baik. Semangat hijrah kita saat ini harus tecermin dari seberapa peduli kita kepada sesama, bagaimana kita menjaga lingkungan, serta komitmen kita untuk selalu menghadirkan kemaslahatan di tengah masyarakat," ujar Menag saat menghadiri penyambutan Tahun Baru Hijriah 1448 H di Masjid Al Jabbar, Kota Bandung, dikutip dari situs Kemenang, Rabu (10/6/2026).

Di hadapan ribuan jemaah yang hadir, Menag menegaskan bahwa esensi dari beragama adalah menebarkan kasih sayang, bukan permusuhan. Ia mengingatkan agar narasi agama tidak disalahgunakan untuk memecah belah bangsa.

"Kalau kita mau mengukur apakah kita beragama atau tidak, lihatlah seberapa besar rasa cinta kita terhadap sesama. Kalau ada orang berbicara tentang agama tetapi mengumbar kebencian, maka sesungguhnya ia sedang menjauh dari substansi ajaran agama itu sendiri,” tutur Menag.

Masjid sebagai Pusat Peradaban

Selain refleksi personal, Menag juga menyerukan restrukturisasi peran masjid di era modern. Merujuk pada sejarah penetapan kalender Hijriah di masa Khalifah Umar bin Khattab, momentum hijrah Nabi Muhammad SAW adalah awal dari pembangunan peradaban baru. Pada masa itu, masjid berfungsi multisektoral.

"Masjid harus terus menjadi pusat peradaban yang menghadirkan manfaat bagi umat dan memperkuat persatuan serta kepedulian sosial," ungkapnya.

Menurutnya, masjid tidak boleh pasif dan hanya menjadi tempat ibadah ritual, melainkan harus hidup sebagai pusat pendidikan, musyawarah, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Patrikan Hati kepada Masjid

Senada dengan Menag, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menekankan bahwa megahnya bangunan tempat ibadah seperti Masjid Al Jabbar harus berdampak lurus pada kedisiplinan dan kepedulian sosial jemaahnya. Syiar Islam, menurut Dedi, tidak boleh berhenti di dalam dinding masjid saja.

"Masjid Al Jabbar bukan hanya berdomisili di Bandung, tetapi harus hadir dalam setiap hati jamaah yang datang ke sini," kata Dedi.

Perayaan Tahun Baru Hijriah ini diharapkan menjadi titik balik bagi umat Islam untuk memperkuat persaudaraan dan membawa dampak positif bagi lingkungan dan sesama.

(lam)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Rabu 10 Juni 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:17
Maghrib
17:48
Isya
19:02
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)