LANGIT7.ID-Jakarta; Wakil Menteri Agama Muhammad Romo Syafi'i menegaskan bahwa sektor pendidikan dan madrasah mendapat perhatian besar pada era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, berbagai kebijakan yang dijalankan pemerintah menunjukkan komitmen kuat dalam meningkatkan kualitas pendidikan nasional, termasuk di lingkungan madrasah.
Hal itu disampaikan Wamenag saat meninjau promram PHTC Presidan sekaligus memberikan pembinaan kepada ASN dan insan pendidikan madrasah di Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Kota Bogor. "Selamat datang di era pemerintahan yang sangat memberikan perhatian terhadap pendidikan. Kita melihat bagaimana pendidikan ditempatkan sebagai prioritas dalam pembangunan bangsa," ujar Wamenag dalam keterangannya, dikutip Kamis (23/7/2026).
Hal tersebut bukan tanpa alasan, Romo Syafi'i menjabarkan beragam keberpihakan pemerintah pada sektor pendidikan. Menurutnya perhatian pemerintah tidak hanya menyasar penguatan kelembagaan pendidikan, tetapi juga peningkatan kesejahteraan dan kualitas guru. Kementerian Agama, kata dia, terus mempercepat sertifikasi dan penataan status guru agar seluruh guru memperoleh hak yang layak.
"Awal saya menjabat, ada sekitar 700 ribu yang belum mendapat sertifikasi guru, namun sekarang sudah banyak yang sudah melakukan PPG, dan itu akan selesai selama pak Prabowo menjabat," ujarnya.
Saat ini, sebanyak 671.704 guru madrasah dan guru pendidikan agama pada sekolah telah menerima Tunjangan Profesi Guru dengan total anggaran mencapai Rp25,996 triliun.
Selain itu, pemerintah juga mengalokasikan berbagai program untuk meningkatkan kualitas sarana dan prasarana madrasah. Menurut Wamenag, untuk pertama kalinya pemerintah menghadirkan berbagai skema bantuan yang secara khusus ditujukan bagi rehabilitasi dan renovasi madrasah di seluruh Indonesia. "Mulai dari revitalisasi madrasah melalui APBN, Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC), hingga bantuan untuk perbaikan gedung madrasah. Ini menunjukkan keberpihakan pemerintah terhadap pendidikan keagamaan," katanya.
Tercatat 556 madrasah menerima manfaat program revitalisasi madrasah pada 2025. Tahun ini, sedang berproses revitalisasi pada 835 Madrasah dan 12 Madrasah SYC 2026 yang tersebar pada 27 provinsi.
Perhatian terhadap peserta didik juga diwujudkan melalui berbagai program, baik itu PIP, Beasiswa, hingga Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Cek Kesehatan Gratis (CKG).
Menurut data, ada sekitar 11 juta murid naungan Kemenag baik di madrasah maupun pesantren menerima MBG serta 1,2 juta telah melakukan cek kesahatan gratis.
"Program tersebut diharapkan dapat mendukung tumbuh kembang generasi muda yang sehat, cerdas, dan berdaya saing," harapnya.
Wamenag menilai investasi pada pendidikan merupakan langkah strategis untuk membangun sumber daya manusia Indonesia yang unggul. Karena itu, seluruh pemangku kepentingan pendidikan diharapkan dapat mendukung berbagai program pemerintah demi terciptanya layanan pendidikan yang semakin berkualitas.
"Pendidikan adalah fondasi kemajuan bangsa. Karena itu, perhatian kepada guru, madrasah, dan peserta didik harus terus diperkuat," tegas Romo.
(lam)