LANGIT7.ID-Jakarta; - Menteri Agama, Nasaruddin Umar, secara resmi membuka Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Aisyah Binti Abu Bakar di Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Perguruan tinggi Islam yang dikhususkan bagi kaum perempuan ini diproyeksikan menjadi kawah candradimuka bagi lahirnya generasi ahli tafsir perempuan atau mufassirah.
Nasaruddin menggarisbawahi bahwa Indonesia saat ini sangat membutuhkan kehadiran ulama perempuan yang memiliki kapasitas intelektual mumpuni. Kehadiran mereka dinilai urgen untuk memberikan penafsiran Al-Qur'an secara kontekstual yang relevan dengan perkembangan zaman dan budaya lokal, namun tetap berdiri kokoh di atas koridor suci Al-Qur'an dan Hadis.
"Penguasaan bahasa Arab yang mendalam harus dijadikan pilar utama studi tafsir. Penguasaan linguistik yang lemah berisiko memicu distorsi pemikiran yang ekstrem, baik yang condong ke arah liberalisme maupun radikalisme agama," ujar Nasarudin, dikutip Senin (20/7/2026).
Lebih lanjut, Nasaruddin mendorong sivitas akademika kampus untuk terus memacu kualitas akademik demi mencetak intelektual muslimah yang mampu menjawab kompleksitas tantangan masyarakat modern. Ia berharap para mahasiswi memiliki keberanian untuk berpikir kritis, aktif dalam diskursus ilmiah, serta berkontribusi nyata dalam kehidupan sosial.
"Perbedaan sudut pandang dalam ruang akademik adalah hal yang wajar dan diizinkan, sepanjang argumen yang dibangun didasarkan pada metodologi ilmiah yang valid untuk menerjemahkan nilai-nilai Islam yang moderat ke dalam norma sosial yang relevan," ujarnya.
Hal menarik lain yang disampaikan Menag dalam kesempatan tersebut adalah seruan mengenai pentingnya teologi lingkungan hidup. Menag mengusulkan perlunya perluasan konsep Maqashid Syariah dengan mengintegrasikan prinsip pelestarian lingkungan atau
al-muhafadzah 'ala al-bi'ah sebagai langkah konkret umat Islam merespons ancaman perubahan iklim global.
Ia berharap STAI Aisyah dapat menjelma menjadi ekosistem akademik yang aman bagi perempuan untuk melejitkan potensi ilmiah mereka, sekaligus memperteguh nilai kemanusiaan dan semangat nasionalisme yang berlandaskan Islam rahmatan lil 'alamin. Prosesi peresmian ini diakhiri dengan penandatanganan prasasti oleh Menag yang didampingi oleh pimpinan kampus, staf ahli kementerian, perwakilan Kedutaan Besar Arab Saudi, serta jajaran pemerintah daerah setempat.
(zhd)