LANGIT7.ID-, Jakarta - -
Tahun Baru Islam sebagai penanda awal
kalender Hijriah yang diterapkan berdasarkan peristiwa bersejarah hijrahnya
Nabi Muhammad SAW dari
Makkah ke
Madinah.
Berbeda dengan tahun baru Masehi,
Tahun Baru Islam tidak dirayakan dengan pesta atau kembang api melainkan dengan muhasabah (evaluasi diri). Umat Islam menyambutnya dengan refleksi dan amalan ibadah.
Sejarah penanggalan ini dicetuskan oleh Khalifah Umar bin Khattab RA sekira tahun 17 Hijriah atau 638 Masehi. Sebelum itu, umat Islam tidak memiliki sistem penanggalan yang seragam, setiap wilayah menggunakan hitungan tahun yang berbeda.
Kebutuhan akan kalender yang terstandarisasi muncul ketika Umar RA menerima surat tanpa keterangan tahun yang jelas, sehingga sulit menentukan kapan surat itu ditulis.
Maka untuk menyeragamkan sistem administrasi pada masa itu. Peristiwa hijrah dipilih sebagai titik awal karena dianggap sebagai tonggak sejarah di mana umat Islam mulai membangun peradaban yang besar. Dari sinilah diskusi dimulai untuk menetapkan titik awal kalender Islam yang disepakati bersama.
Mengapa Dimulai dari Peristiwa Hijrah?Beberapa usulan muncul dalam musyawarah para sahabat saat itu. Ada yang mengusulkan dimulai dari tahun kelahiran Rasulullah SAW, ada pula yang mengusulkan dari tahun wafatnya.
Tapi yang disepakati adalah peristiwa hijrah dari Makkah ke Madinah pada tahun 622 Masehi.
Alasannya sangat dalam yaitu hijrah adalah tonggak pemisah antara dua fase besar dalam sejarah Islam. Sebelum hijrah, Islam adalah agama yang tertindas.
Baca juga: Tahun Baru Islam, Jadikan Semangat Hijrah Inspirasi Perbaiki Diri dan BerkontribusiSetelah hijrah, Islam mulai membangun peradaban. Menjadikan hijrah sebagai titik awal adalah pengakuan bahwa perubahan besar dimulai dari keberanian untuk bergerak.
Perayaan Tahun Baru Islam di Berbagai NegaraDi Indonesia, 1 Muharram 1448 H jatuh pada Selasa, 16 Juni 2026. Sementara di sejumlah negara terdapat perbedaan waktu.
Perayaan Tahun Baru Islam yang paling umum yaitu Pawai obor, merupakan tradisi budaya populer di berbagai daerah di Indonesia untuk menyambut Tahun Baru Islam (1 Muharram).
Kegiatan ini diisi dengan berjalan kaki mengelilingi lingkungan atau jalan protokol sambil membawa obor api, melantunkan selawat, dan doa bersama sebagai bentuk syukur dan mempererat silaturahmi.
Sementara itu, Uni Emirat Arab menetapkan Senin, 15 Juni adalah
Tahun Baru Islam. Hari ini, dinyatakan sebagai hari libur nasional untuk sektor publik dan swasta untuk memperingati Tahun Baru Islam. Sebagaimana melansir Time Out Dubai, Senin (15/6/2026).
Meskipun hari libur ini terkait dengan siklus bulan dan bergantung pada penampakan bulan, hari libur ini jatuh pada awal minggu kerja berdasarkan aturan transfer hari libur negara, yang memungkinkan hari libur nasional pertengahan minggu untuk bergeser ke awal atau akhir minggu.
Sementara di Nigeria, belum ada kepastian kapan Tahun Baru Islam dirayakan di negara tersebut.
Sultan Sokoto dan Presiden Jenderal Dewan Tertinggi Urusan Islam Nigeria, Muhammad Sa'ad Abubakar III pada Minggu (15/6) menyerukan kepada umat Muslim di seluruh Nigeria untuk berpartisipasi dalam pengamatan hilal Muharram 1448 H, yang akan menentukan awal Tahun Baru Islam.
Baca juga: Kapan Tahun Baru Islam 1445 H? Begini Perhitungan AstronomisnyaArahan tersebut disampaikan dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan pada hari Minggu oleh Ketua Komite Penasihat Urusan Agama Dewan Kesultanan Sokoto, Profesor Sambo Wali Junaidu.
Menurut pernyataan tersebut, Senin, 15 Juni 2026, yang bertepatan dengan tanggal 29 Zulhijjah 1447 H, telah ditetapkan untuk pengamatan hilal Muharram secara nasional, bulan pertama dalam kalender lunar Islam.
"Dengan ini kami memberitahukan kepada umat Islam bahwa hari Senin, 15 Juni 2026, yang bertepatan dengan tanggal 29 Zulhijjah 1447 H, akan menjadi hari untuk mencari hilal bulan Muharram 1448 H," kata Sambo Wali Junaidu, mengutip punchngcom.
Kemudian di Maroko, pemerintah setempat telah memutuskan bahwa Tahun Baru Islam jatuh pada Rabu, 17 Juni 2026.
(lsi)