LANGIT7.ID, Bogor - Pimpinan AQL Islamic Center, KH Bachtiar Nasir (UBN), mengingatkan, pandemi Covid-19 merupakan rahmat dari Allah SWT. Namun, itu tidak berlaku bagi orang malas dengan alasan Work From Home (WFH).
UBN menegaskan, pandemi Covid-19 adalah masa seleksi. Orang beriman akan mendapat rahmat. Sementara orang yang kufur akan mendapat kehinaan dan laknat.
"Saya bersedih terhadap meninggalnya ulama, sedih banyak nakes meninggal dunia, tapi yang lebih saya sedihkan adalah para pemalas atas nama Work From Home, yang tidak bertanggung jawab terhadap amanahnya dan tidak membuktikan kapasitasnya," kata UBN dalam Milad AQL ke-13 di Ponpes AQC, Bogor, Jawa Barat, Kamis malam (9/8/2021).
Mubaligh lulusan Universitas Madinah itu mengatakan, pandemi memang rahmat bagi orang beriman. Namun pada saat yang sama pandemi menjadi penghinaan dan laknat kepada orang yang kufur terhadap nikmat rahmat.
Pandemi adalah bagian doa para Nabi. Nabi pernah mengatakan, jika suatu hari umat Islam ditakdirkan punah sebelum kiamat, ia berharap kepunahan itu karena pandemi, sehingga semua mati syahid dan masuk surga.
Sebagaimana tertuang dalam hadits yang diriwayatkan Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda: "Orang syahid itu ada lima: orang terkena wabah penyakit, orang mati karena sakit di dalam perutnya, orang tenggelam, orang tertimpa reruntuhan bangunan, dan orang syahid di jalan Allah (mati dalam perang di jalan Allah" (HR Al-Bukhari).
"Maka yang selamat, masih sehat, malu karena tidak terpilih syahid. Hati-hati jangan lalai, jangan-jangan kita yang termasuk dilecehkan, dihinakan, dilaknat oleh Allah SWT akibat kemalasan, akibat ketidaksungguhan dalam bangkit membantu rakyat, membantu yang kelaparan," ucap UBN.
Maka UBN mengajak umat Islam untuk introspeksi diri pada momen tahun baru Islam kali ini. Hijrah bukan berarti menuju ke tempat yang lebih aman. Bahkan, ketika Nabi Muhammad SAW hijrah, beliau tidak hijrah ke negeri yang aman untuk berleha-leha.
Nabi Muhammad meninggalkan kota Makkah, kota kelahiran beliau. Sebuah negeri yang mendapat jaminan keamanan dari Allah SWT. Itu termaktub dalam surah Al-Balad ayat 1-3:
"Aku bersumpah dengan negeri ini (Mekah), dan engkau (Muhammad), bertempat di negeri (Mekah) ini, dan demi (pertalian) bapak dan anaknya."
Fakta lain yang perlu diketahui yakni Madinah kala itu tengah terjadi epidemi. Ini menunjukkan bahwa Rasulullah SAW dan para sahabat hijrah untuk mencari rahmat Allah, bukan lingkungan aman.
"Kenapa Nabi hijrah dari daerah yang aman ke daerah yang terjadi epidemi. Rasulullah bersabda, malaikat Jibril mendatangiku, dan mengabarkan kepadaku bahwa penyakit demam diturunkan di Madinah, dan tha'un di Syam," tutur UBN.
Sahabat Abu Bakar dan Bilal merupakan di antara sahabat yang terserang penyakit demam. Aisyah RA menggambarkan, genangan air di kota Madinah mengandung virus atau bakteri berbahaya. Itu yang menyebabkan epidemi demam kala itu.
"Rasulullah untuk mendapatkan rahmat Allah, beliau rela mengambil resiko terserang penyakit," pungkas UBN.
(jqf)