Saat orang lain mengantri makanan, ada seorang ibu pengungsi yang mendatangi Tugba. Alih-alih meminta makan, ibu tersebut meminta Al-Qur'an karena yang lama tidak layak pakai lagi akibat banjir.
Lebah disebut dalam Al-Quran sebagai simbol kepribadian mukmin sejatimemakan yang halal, menghasilkan yang bermanfaat, menjaga lingkungan, bekerja keras, taat pada pemimpin, dan tidak merusak. Yuk teladani sifat lebah agar hidup kita penuh berkah dan memberi manfaat bagi sesama.
Di langgar kecil, seorang murid Jawi memulai hafalan. Tapi dari huruf-huruf itu, lahirlah dunia luas: Islam yang menautkan akal, dzikir, dan pencarian makna antara syariah dan hakikat.
Politik sering dianggap kotor. Namun tafsir Al-Quran menunjukkan ia adalah amanah kekhalifahan: ruang etika publik untuk menghadirkan maslahat dan menolak kezaliman.
Ayat ini bukan sekadar penegasan status manusiawi Nabi Muhammad, tapi juga menantang kita untuk memahami mujizat dalam dimensi yang lebih dalam: rasional dan abadi.
Di dalam Al-Quran, pakaian tidak sekadar lembar kain penutup tubuh. Ia adalah isyarat tentang kodrat, godaan, dan jalan kembali kepada fitrah. Berikut ini penjelasannya.
Para ulama berkesimpulan bahwa pada prinsipnya segala sesuatu yang ada di alam raya ini adalah halal untuk digunakan, termasuk makanan yang terdapat di dalamnya.
Secara tegas, Allah menyatakan bahwa manusia merupakan puncak ciptaan-Nya, dengan tingkat kesempurnaan dan keunikan yang prima dibanding makhluk lainnya (QS. 95:4).
Tiga kata dalam Al-Quran yang merujuk pada konsep keadilan, qisth, adl, dan mizan, digunakan dalam berbagai bentuk dan konteks sebagai perintah kepada manusia untuk berlaku adil.
Menghadapi para pengingkar, Al-Qur'an seringkali mengemukakan alasan-alasan pengingkaran, baru kemudian menanggapi dan menolaknya. Hal demikian terlihat dengan jelas dalam uraian Al-Qur'an tentang hari akhir.
Kematian walaupun kelihatannya adalah kepunahan, tetapi pada hakikatnya adalah kelahiran yang kedua. Kematian manusia dapat diibaratkan dengan menetasnya telur-telur.
Kematian dalam pandangan Al-Quran tidak hanya terjadi sekali, tetapi dua kali. Surat Ghafir ayat 11 mengabadikan sekaligus membenarkan ucapan orang-orang kafir di hari kemudian.