Prinsipnya Segala Sesuatu yang Ada di Alam Raya Adalah Halal Digunakan
miftah yusufpatiSelasa, 27 Mei 2025 - 04:00 WIB
Ada makanan yang dapat memberi dampak negatif terhadap jiwa dan raganya. Ilustrasi: AI
LANGIT7.ID-Al-Qur'an menyatakan: "Dia (Allah) menciptakan untuk kamu apa yang ada di bumi seluruhnya." (QS Al-Baqarah [2]: 29)
"Dan Dia (Allah) yang telah menundukkan untuk kamu segala yang ada di langit dan di bumi; semua bersumber dari-Nya." (QS Al-Jatsiyah [45]: 13)
Prof Dr M Quraish Shihab mengatakan bertitik tolak dari kedua ayat tersebut, serta beberapa ayat lainnya, para ulama berkesimpulan bahwa pada prinsipnya segala sesuatu yang ada di alam raya ini adalah halal untuk digunakan, termasuk makanan yang terdapat di dalamnya.
Oleh karena itu, Al-Qur'an bahkan mengecam mereka yang mengharamkan rezeki halal yang telah disiapkan Allah untuk manusia:
Katakanlah, "Terangkanlah kepadaku tentang rezeki yang diturunkan Allah kepada kamu, lalu kamu jadikan sebagiannya haram dan (sebagiannya) halal." Katakanlah, "Apakah Allah memberi izin kepada kamu (untuk melakukan itu), atau kamu mengada-ada saja terhadap Allah?" (QS Yunus [10]: 59)
Quraish menjelaskan pengecualian atau pengharaman harus bersumber dari Allah — baik melalui Al-Qur'an maupun Rasul-Nya — dan pengecualian itu lahir karena kondisi manusia, sebab ada makanan yang dapat memberi dampak negatif terhadap jiwa dan raganya. Atas dasar ini, turunlah perintah-Nya dalam Surah Al-Baqarah (2): 168:
"Wahai seluruh manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa saja yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan, karena sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagimu."
Rincian pengecualian itu sering kali diperselisihkan para ulama, baik karena perbedaan penafsiran ayat-ayat maupun penilaian terhadap kesahihan dan makna hadis-hadis Nabi SAW.
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.