Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Senin, 01 Juni 2026
home masjid detail berita

4 Keutamaan Muharram, Bulan yang Dimuliakan Allah SWT

Muhajirin Selasa, 18 Juli 2023 - 15:00 WIB
4 Keutamaan Muharram, Bulan yang Dimuliakan Allah SWT
Muharram, bulan yang dimuliakan oleh Allah SWT, merupakan waktu yang istimewa bagi umat muslim di seluruh dunia.
LANGIT7.ID-, Jakarta- - Muharram, bulan yang dimuliakan oleh Allah SWT, merupakan waktu yang istimewa bagi umat muslim di seluruh dunia. Sebagai salah satu dari empat bulan suci dalam agama Islam, Muharram menyimpan keutamaan yang luar biasa.

Muharram membuka kesempatan bagi umat Islam untuk meningkatkan ibadah dan memperbaiki. Pimpinan AQL Islamic Center, KH Bachtiar Nasir (UBN), ada banyak keutamaan yang bisa diraih dalam bulan ini.

Beberapa keutamaan Muharram yang menjadi bulan pertama dalam kalender Hijriah sebagai berikut:

1. Bulan yang dimuliakan Allah SWT
Muharram merupakan salah satu dari empat bulan yang dimuliakan dalam Islam. Hal tersebut termaktub dengan jelas dalam Surah At-Taubah ayat 36. Allah SWT berfirman:

"Sesungguhnya jumlah bulan menurut Allah ialah dua belas bulan, (sebagaimana) dalam ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menzalimi dirimu dalam (bulan yang empat) itu, dan perangilah kaum musyrikin semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya. Dan ketahuilah bahwa Allah beserta orang-orang yang takwa." (QS At-Taubah: 36)

Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya zaman telah beredar sebagaimana yang ditentukan semenjak Allah menciptakan langit dan bumi. Dalam setahun terdapat 12 bulan, di antaranya empat bulan haram; tiga bulan di antaranya berurutan, (keempat bulan haram itu adalah) Dzulqa'dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab bulan Mudhar yang berada di antara Jumada (Akhirah) dan Syaban." (HR Bukhari dan Muslim)

Baca juga:Alhamdulillah! Jepang Izinkan Azan Berkumandang di Masjid

2. Muharram Dinisbatkan kepada Allah SWT
Rasulullah SAW menisbatkan Muharram kepada Allah SWT dengan menyebutnya sebagai Syahrullah (bulan Allah). Sesuatu yang dinisbatkan kepada Allah menunjukkan keagungan dan kemuliaan.

Dari Abu Hurairah RA berkata, Rasulullah SAW bersabda, "Sebaik-baiknya puasa setelah puasa Ramadhan adalah puasa di bulan Allah Muharram dan sebaik-baik shalat setelah shalat wajib adalah shalat malam." (HR Muslim)

Ada alasan hanya Muharram yang dinisbatkan kepada Allah SWT. Menurut Imam Suyuti dalam syarah Shahih Muslim, hanya Muharram saja yang namanya Islami, sedangkan bulan-bulan lain merupakan nama yang berasal dari zaman jahiliyah sebelum Islam datang.

"Adapun nama Muharram pada masa Jahiliyah adalah Shafar al-Awwal, ketika Islam datang Allah menamakannya dengan bulan Muharram," tutur UBN dalam kajian di AQL Islamic Center, Tebet, Jakarta Selatan, dikutip Selasa (18/7/2023).

3. Banyak Keutamaan Puasa Sunnah
Hal ini berdasarkan hadits Rasulullah SAW. Dari Abu Hurairah RA berkata, Rasulullah SAW bersabda, "Sebaik-baiknya puasa setelah puasa Ramadhan adalah puasa di bulan Allah Muharram dan sebaik-baik shalat setelah shalat wajib adalah shalat malam." (HR Muslim)

"Sangat dianjurkan untuk memperbanyak puasa di bulan Muharram, karena puasa pada bulan ini adalah sebaik-baik puasa setelah puasa pada bulan Ramadhan," ujar UBN.

Baca juga:Musibah dan Kehidupan

4. Meraih Kemuliaan Puasa Asyura
Pada bulan ini, umat Islam dianjurkan untuk berpuasa pada hari Asyura. Bahkan, sebelum Ramadhan diwajibkan, Puasa Asyura sudah dijalankan oleh Rasulullah dan para sahabat.

Diriwayatkan dari Ibnu Abbas RA, ketika Nabi SAW datang ke Madinah dan menemukan kaum Yahudi berpuasa pada hari Asyura, maka nabi bertanya, "Hari apakah ini yang kalian berpuasa pada hari ini?"

Kaum Yahudi menjawab, "Hari ini adalah hari yang agung, di mana pada hari inilah Allah menyelamatkan Musa dan umat serta menenggelamkan Firaun dengan pengikutnya, maka Musa berpuasa pada hari ini sebagai rasa syukur dan kami juga berpuasa."

Rasulullah SAW bersabda, "Kami lebih berhak dan lebih utama terhadap Musa daripada kalian." Maka, Rasulullah berpuasa pada hari Asyura tersebut dan menyuru umat Islam untuk berpuasa pada hari itu. (HR Bukhari dan Muslim)

Untuk membedakan puasa umat Islam dengan Yahudi, maka Rasulullah menyuruh juga puasa sunnah pada 9 Muharram.

Diriwayatkan dari Ibnu Abbas, ia berkata: Ketika Rasulullah SAW berpuasa dan menyuruh umat Islam untuk berpuasa pada hari Asyura, para sahabat berkata, "Ya Rasulullah, sesungguhnya hari Asyura itu adalah hari yang diagungkan oleh kaum Yahudi dan Nasrani."



Maka Rasulullah SAW bersabda, "Insya Allah untuk tahun depan kita juga berpuasa pada hari kesembilan." Belum datang tahun depan, Rasulullah SAW sudah wafat. (HR Muslim)

(ori)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Senin 01 Juni 2026
Imsak
04:26
Shubuh
04:36
Dhuhur
11:54
Ashar
15:15
Maghrib
17:47
Isya
19:01
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)