Zakat merupakan salah satu rukun Islam. Seorang muslim wajib menyisihkan sebagian hartanya bila sudah mencapai nisab sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT.
Pendakwah Buya Yahya membantah kepercayaan sebagian masyarakat yang menilai bulan Suro atau Muharram dalam kaleder hijriyah sebagai momen penuh petaka.
Ada satu amalan di bulan Muharram yang bisa memberikan pengaruh baik kepada seorang muslim. Satu amalan ini bahkan bisa meningkatkan kebaikan dan pahala.
Arab Saudi menerima kedatangan jemaah pada Sabtu (30/7/2022) kemarin. Kegiatan itu menandai dibukanya musim umrah pertama di Tahun Baru Islam 1444 Hijriah.
Masyarakat Jawa menyebut bulan Muharram sebagai bulan Suro. Orang Jawa memiliki tradisi unik dalam merayakan Muharram atau tahun baru Islam. Guru Besar UIN Sunan Ampel, Prof Nursyam, menjelaskan, Islam dan Jawa sudah menjadi entitas kebudayaan yang menyatu dan tidak terpisahkan.
Pengasuh Pondok Pesantren Al-Bahjah, KH Yahya Zainul Ma'arif alias Buya Yahya, menjelaskan, perubahan kalender dan tahun Islam dimulai pada masa kekhalifahan Umar bin Khattab setelah Abu Bakar Ash-Shiddiq wafat.
Khatib senior Masjidil Haram, Syaikh Dr. Shaleh Humaid, menerangkan, tahun baru 1444 Hijriyah harus menjadi momentum introspeksi diri. Hakikatnya, pergantian tahun menjauhkan manusia dari dari dunia dan rumah serta mendekatkan kepada akhirat dan alam kubur.
Kiswah atau kain penutup Kakbah diganti bertepatan malam tahun baru Islam 1 Muharram 1444 H atau Jumat (29/7/2022) usai salat Isya di Masjidil Haram, Mekkah, Arab Saudi.
Warga Kampung Pedurenan RW 06 menggelar pawai obor keliling merayakan Tahun Baru Islam 1444H. Kegiatan tersebut digelar dengan maksud meninggikan agama Allah SWT, Islam, dengan tema Gema Muharram 1444H.
Salah satu yang bisa dilakukan adalah memanjatkan doa akhir dan awal tahun. Doa akhir tahun dibaca sebelum Maghrib, sementara doa awal tahun dibaca setelah Maghrib pada 1 Muharram.