LANGIT7.ID, Jakarta - Muharram merupakan bulan pertama dalam kalender Hijriyah atau kalender Islam. Tahun ini, momen tahun baru Islam 1 Muharram jatuh mulai Jumat (29/7/2022) petang hingga Sabtu (30/7/2022).
Dalam Islam, Muharram menjadi salah satu bulan mulia. Allah Ta’ala menamakan bulan ini dengan ‘syahrullah’ (bulan Allah). Maka itu, melaksanakan amalan-amalan baik pada bulan ini sangat dianjurkan untuk mendapatkan keberkahan dari-Nya.
Salah satu yang bisa dilakukan adalah memanjatkan doa akhir dan awal tahun. Doa akhir tahun dibaca sebelum Maghrib, sementara doa awal tahun dibaca setelah Maghrib pada 1 Muharram. Itu karena perhitungan tahun hijriyah dimulai saat matahari terbenam.
Baca Juga: Muhammadiyah: Sambut Tahun Baru Islam Tidak Dianggap Bid'ahBerikut ini doa akhir tahun dan awal tahun seperti dikutip dari kitab Maslakul Akhyar karangan As-Sayyid Utsman bin Abdullah bin Aqil bin Yahya al-Alawi:
Doa Akhir Tahun اَللّٰهُمَّ مَا عَمِلْتُ مِنْ عَمَلٍ فِي هٰذِهِ السَّنَةِ مَا نَهَيْتَنِي عَنْهُ وَلَمْ أَتُبْ مِنْهُ وَحَلُمْتَ فِيْها عَلَيَّ بِفَضْلِكَ بَعْدَ قُدْرَتِكَ عَلَى عُقُوْبَتِيْ وَدَعَوْتَنِيْ إِلَى التَّوْبَةِ مِنْ بَعْدِ جَرَاءَتِيْ عَلَى مَعْصِيَتِكَ فَإِنِّي اسْتَغْفَرْتُكَ فَاغْفِرْلِيْ وَمَا عَمِلْتُ فِيْهَا مِمَّا تَرْضَى وَوَعَدْتَّنِي عَلَيْهِ الثَّوَابَ فَأَسْئَلُكَ أَنْ تَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَلَا تَقْطَعْ رَجَائِيْ مِنْكَ يَا كَرِيْمُ
“Tuhanku, aku meminta ampun atas perbuatanku di tahun ini yang termasuk Kau larang sementara aku belum bertaubat, perbuatanku yang Kau maklumi Karena kemurahan-Mu sementara Kau mampu menyiksaku, dan perbuatan (dosa) yang Kau perintahkan untuk taubat sementara Aku menerjangnya yang berarti mendurhakai-MU.
Tuhanku, aku berharap Kau menerima perbuatanku yang Kau ridhoi di tahun ini dan perbuatanku yang terjanjikan pahala-Mu. Janganlah Kau membuatku putus asa. Wahai Tuhan yang Maha Pemurah.”
Baca Juga: Kemuliaan Bulan Muharram, Umat Dianjurkan Perbanyak Amal Saleh
Doa Awal Tahun اَللّٰهُمَّ أَنْتَ الأَبَدِيُّ القَدِيمُ الأَوَّلُ وَعَلَى فَضْلِكَ العَظِيْمِ وَكَرِيْمِ جُوْدِكَ المُعَوَّلُ، وَهٰذَا عَامٌ جَدِيْدٌ قَدْ أَقْبَلَ، أَسْأَلُكَ العِصْمَةَ فِيْهِ مِنَ الشَّيْطَانِ وَأَوْلِيَائِهِ، وَالعَوْنَ عَلَى هٰذِهِ النَّفْسِ الأَمَّارَةِ بِالسُّوْءِ، وَالاِشْتِغَالَ بِمَا يُقَرِّبُنِيْ إِلَيْكَ زُلْفَى يَا ذَا الجَلَالِ وَالإِكْرَامِ
“Tuhanku, Kau yang Abadi, Qadim, dan Awal. Atas karunia-Mu yang besar dan kemurahan-Mu yang mulia, Kau menjadi pintu harapan. Tahun baru ini sudah tiba. Aku berlindung kepada-Mu dari bujukan Iblis dan para walinya di tahun ini.
Aku pun mengharap pertolongan-Mu dalam mengatasi nafsu yang kerap mendorongku berlaku jahat. kepada-Mu aku memohon bimbingan agar aktivitas keseharian mendekatkanku pada rahmat-Mu. Wahai Tuhan Pemilik Kebesaran dan Kemuliaan."
(jqf)