LANGIT7.ID, Jakarta - Pimpinan Pusat (PP)
Muhammadiyah menilai acara menyambut
tahun baru Islam bukan bid'ah. Sebab hal tersebut bisa dianggap sebagai tradisi, bukan bagian dari ritual ibadah.
Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jateng, Tafsir mengatakan, budaya juga merupakan dari media dakwah. Termasuk budaya menyambut tahun baru Islam atau
Muharram.
"Dalam Islam ada 2 jenis hari besar, yakni secara syariah dan budaya," kata Tafsir dalam kajiannya dikutip Kamis (28/7/2022).
Baca Juga: Kemulian Bulan Muharram, Umat Dianjurkan Perbanyak Amal SalehHari raya syariah yakni hari Idul Fitri, Idul Adha, dan Hari Jumat. Sementara ada sejumlah hari raya yang termasuk Muharram sebagai
tahun baru hijriah.
Adapun sejumlah hari raya tradisi tersebut antara lain 1 Muharram, 12 Rabiul Awal, 27 Rajab, kemudian 12 Ramadan. Lalu tahun baru hijriah, maulid nabi, isra’ mi’raj, nuzulul Quran.
Pada kesempatan ini dia juga menjelaskan tentang perbedaan antara keduanya, untuk hari besar secara syariah yang mesti harus diperingati.
"Sementara untuk hari besar budaya tidak ada ritual tertentu dalam memperingatinya," ujarnya.
Menurutnya, mendakwahkan syariah tanpa dukungan budaya tidak lancar. Justru dakwah membutuhkan empat dukungan meliputi sumber daya manusia, politik atau kekuasaan, ekonomi, dan yang terakhir membutuhkan dukungan kultur atau budaya.
(bal)