Bidah sering hadir dengan wajah suci, tapi berpotensi menggoyahkan akidah. Dari Khawarij hingga ritual modern, persoalan ini tetap jadi perdebatan antara purifikasi dan tradisi.
Sayangnya, istilah tajdd kerap disalahpahami. Sebagian menyamakannya dengan liberalisasi ajaran, bahkan melemahkan fondasi agama atas nama kontekstualisasi.
Imam Syafi'i meriwayatkan dari Wahab bin Kaysan. Ia melihat Ibn Zubair memulai salatnya sebelum khotbah, kemudian berkata: Semua sunnah Rasulullah SAW sudah diubah, sampai salat pun.
Menjelang puasa Ramadan biasanya ada tradisi ziarah kubur bagi sebagian muslim di Indonesia. Lalu, bagaimana sebenarnya pendapat Salafi terkait tradisi ini?
Muhammadiyah memiliki pandangan hati-hati dalam menyikapi bidah, terutama dalam konteks ibadah. Muhammadiyah memandang, tidak semua perkara baru dalam agama dapat dianggap sebagai bidah
Syaikh Khalid meminta agar setiap muslim tidak gampang membid'ahkan sesama muslim. Apalagi, jika hanya berbeda pandangan. Para ulama terdahulu pun banyak yang berbeda pendapat, tapi tidak sampai pada tahap mengkafirkan dan membid'ahkan.
Kepala Pusat Mahad Al Jamiah UIN Syarif ini mengkritik perilaku sekelompok umat Islam yang gemar membidah-bidahkan. Menurutnya, perilaku tersebut tidak mencerminkan mengikuti sunnah Rasulullah yang penuh kasih sayang.
Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menilai acara menyambut tahun baru Islam bukan bid'ah. Sebab hal tersebut bisa dianggap sebagai tradisi, bukan ibadah.
Ustadz Abdul Somad (UAS) mengaku mengidolakan pendiri Nahdlatul Ulama (NU), KH Hasyim Asyari. Hal itu dibuktikan dengan penelitian dalam disertasinya, tentang kiprah KH Hasyim Asyari di bidang hadits saat studi doktoral di Oumdurman Islamic University (OIU) Sudan.