Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 17 April 2026
home masjid detail berita

Saling Membidahkan Bisa Menimbulkan Perpecahan Antarumat

fajar adhitya Senin, 10 Oktober 2022 - 07:57 WIB
Saling Membidahkan Bisa Menimbulkan Perpecahan Antarumat
Muslim saling memaafkan mengikuti sunnah Rasulullah yang tercermin dalam sifatnya yang penuh kasih sayang, toleransi dan tasamuh atau berlapang dada (foto: LANGIT7.ID/ iStock)
LANGIT7.ID, Jakarta - Menganggap kelompoknya paling benar sendiri dengan membid’ahkan kelompok lain adalah perbuatan tercela. Saling membid’ahkan atau menyalahkan bisa menimbulkan perpecahan umat Islam.

Dosen Fakultas Ilmu Tarbiyah UIN Syarif Hidayatullah, Dr. Akhmad Sodiq mengajak umat Islam meneladani kasih sayang Rasulullah dalam momentum Maulid Nabi. Kasih sayang Rasulullah tercermin dalam sifatnya yang penuh toleransi dan tasamuh atau berlapang dada.

Akhmad mengisahkan bagaimana lapangnya dada Rasulullah saat mendapat penolakan dari masyarakat Thaif. Saat berdakwah ke Thaif, kota yang terletak sekitar 67 kilometer dari Makkah, Rasulullah mendapat lemparan batu hingga kakinya berdarah.

Baca juga: Menag Ajak Umat Islam Jaga Kerukunan dengan Teladani Rasulullah

Namun, Rasulullah menahan malaikat penjaga gunung yang hendak menimpakan gunung kepada penduduk Thaif. Rasulullah berharap kalaupun penduduk Thaif saat ini tak menerima dakwahnya, maka generasi berikutnya akan memeluk Islam.

“Di sinilah para ahli tafsir mengatakan bukti bahwa Rasulullah rahmatnya, kasih sayangnya tidak hanya untuk umat Islam, tapi juga orang kafir,” kata Akhmad dalam Webinar Moderasi Beragama Peringatan Maulid Nabi, Ahad (9/10/2022).

Kepala Pusat Ma’had Al Jamiah UIN Syarif ini mengkritik perilaku sekelompok umat Islam yang gemar membid’ah-bid’ahkan. Menurutnya, perilaku tersebut tidak mencerminkan mengikuti sunnah Rasulullah yang penuh kasih sayang.

Baca juga: Ragam Perayaan Maulid di Pesantren, Tabligh Akbar hingga Dakwah Wayang

Akhmad mengatakan, kasih sayang adalah unsur utama apabila ingin mewujudkan ukhuwah Islamiyah. Ukhuwah dapat terwujud apabila memiliki rasa toleransi dan sikap tasamuh atau berlapang dada menerima perbedaan.

Ketika Rasulullah pertama kali di Madinah dua pertiga dari penduduknya tidak beragama Islam. Kemudian Rasulullah mendeklarasikan Piagam Madinah yang menjamin kebebasan menjalankan agama bagi setiap pemeluknya.

“Kalau itu bisa terjadi antarumat beragama apalagi ini yang seagama,” imbuh Akhmad.

Baca juga: Pesan Muhammadiyah di Momen Maulid Nabi: Teladani Rasulullah Jayakan Peradaban

Dia kembali menegaskan bahwa ukhuwah Islamiyah dapat dirajut dengan mengesampingkan perbedaan pendapat. Perbedaan pandangan antarkelompok umat Islam merupakan hal wajar karena luasnya ilmu Allah.

“Jadi kenapa di antara umat Islam masih tidak akur ya karena dia masih memelihara sifat menyalahkan orang lain. Kalau masih menyalahkan terus ya repot dikira orang lain tidak memiliki argumen dan dasar yang kuat,” kata Akhmad.

(sof)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 17 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:04
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)