LANGIT7.ID, Jakarta - Menganggap kelompoknya paling benar sendiri dengan membid’ahkan kelompok lain adalah perbuatan tercela. Saling membid’ahkan atau menyalahkan bisa menimbulkan perpecahan umat Islam.
Dosen Fakultas Ilmu Tarbiyah UIN Syarif Hidayatullah, Dr. Akhmad Sodiq mengajak umat Islam meneladani kasih sayang Rasulullah dalam momentum Maulid Nabi. Kasih sayang Rasulullah tercermin dalam sifatnya yang penuh toleransi dan tasamuh atau berlapang dada.
Akhmad mengisahkan bagaimana lapangnya dada Rasulullah saat mendapat penolakan dari masyarakat Thaif. Saat berdakwah ke Thaif, kota yang terletak sekitar 67 kilometer dari Makkah, Rasulullah mendapat lemparan batu hingga kakinya berdarah.
Baca juga: Menag Ajak Umat Islam Jaga Kerukunan dengan Teladani RasulullahNamun, Rasulullah menahan malaikat penjaga gunung yang hendak menimpakan gunung kepada penduduk Thaif. Rasulullah berharap kalaupun penduduk Thaif saat ini tak menerima dakwahnya, maka generasi berikutnya akan memeluk Islam.
“Di sinilah para ahli tafsir mengatakan bukti bahwa Rasulullah rahmatnya, kasih sayangnya tidak hanya untuk umat Islam, tapi juga orang kafir,” kata Akhmad dalam Webinar Moderasi Beragama Peringatan Maulid Nabi, Ahad (9/10/2022).
Kepala Pusat Ma’had Al Jamiah UIN Syarif ini mengkritik perilaku sekelompok umat Islam yang gemar membid’ah-bid’ahkan. Menurutnya, perilaku tersebut tidak mencerminkan mengikuti sunnah Rasulullah yang penuh kasih sayang.
Baca juga: Ragam Perayaan Maulid di Pesantren, Tabligh Akbar hingga Dakwah WayangAkhmad mengatakan, kasih sayang adalah unsur utama apabila ingin mewujudkan ukhuwah Islamiyah. Ukhuwah dapat terwujud apabila memiliki rasa toleransi dan sikap tasamuh atau berlapang dada menerima perbedaan.
Ketika Rasulullah pertama kali di Madinah dua pertiga dari penduduknya tidak beragama Islam. Kemudian Rasulullah mendeklarasikan Piagam Madinah yang menjamin kebebasan menjalankan agama bagi setiap pemeluknya.
“Kalau itu bisa terjadi antarumat beragama apalagi ini yang seagama,” imbuh Akhmad.
Baca juga: Pesan Muhammadiyah di Momen Maulid Nabi: Teladani Rasulullah Jayakan PeradabanDia kembali menegaskan bahwa ukhuwah Islamiyah dapat dirajut dengan mengesampingkan perbedaan pendapat. Perbedaan pandangan antarkelompok umat Islam merupakan hal wajar karena luasnya ilmu Allah.
“Jadi kenapa di antara umat Islam masih tidak akur ya karena dia masih memelihara sifat menyalahkan orang lain. Kalau masih menyalahkan terus ya repot dikira orang lain tidak memiliki argumen dan dasar yang kuat,” kata Akhmad.
(sof)