Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 17 Juli 2026
home masjid detail berita

Maulid Nabi Muhammad SAW Harus Terus Diperingati, Ini Penjelasannya

tim langit 7 Rabu, 11 September 2024 - 09:00 WIB
Maulid Nabi Muhammad SAW Harus Terus Diperingati, Ini Penjelasannya
ilustrasi
LANGIT7.ID-, Jakarta- - Katib Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Akhmad Said Asrori menyampaikan, hari lahir Nabi Muhammad SAW perlu untuk diperingati.

"Perlu terus memperingati hari lahirnya Kanjeng Nabi," katanya saat Peringatan Maulid Nabi Muhammad saw dan Haul Masyayikh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin, Leteh, Rembang, Jawa Tengah, dikutip dari NU Online, Selasa (10/9/2024).

Sebab, kata Kiai Said Asrori, Nabi Muhammad saw merupakan sosok makhluk terbaik yang Allah SWT. Kelahirannya dan diutusnya Nabi perlu disyukuri.

"Merasa senang dengan pengutusannya Nabi mengadakan Maulid Nabi," kata Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thullab, Tempuran, Magelang, Jawa Tengah itu.

Baca juga:Mengupas Ragam Perayaan Maulid Nabi di Tanah Air

Hal tersebut sejalan dengan firman Allah SWT dalam Al-Qur'an surat Yunus ayat 58, "Katakanlah (Nabi Muhammad), “Dengan karunia Allah dan rahmat-Nya itu, hendaklah mereka bergembira. Itu lebih baik daripada apa yang mereka kumpulkan.”

Kiai Said menegaskan bahwa karunia Allah yang dimaksud dalam ayat tersebut menurut ulama ahli tafsir adalah pengutusan Nabi Muhammad saw sebagai seorang Rasulullah kepada manusia. Selain itu, karunia yang dimaksud juga merupakan agama Islam dan Al-Qur'an. Karenanya, hanyalah Islam agama yang diterima Allah SWT.

"Agama selain Islam tidak akan diterima di dalam akhirat," katanya. Dengan begitu, yang berhak atas surga Allah adalah mereka yang beriman.

Demikian ini difirmankan Allah SWT dalam Al-Qur'an surat Al-Kahfi ayat 107, "Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh memperoleh surga Firdaus sebagai tempat tinggal."

Dalam kesempatan itu, hadir pula Rais Syuriyah PBNU KH Bahauddin Nursalim. Dalam pengajiannya, ia menegaskan mengenai makna dlallan pada Al-Qur'an surat Ad-Dhuha yang tidak berarti Nabi sesat.

Kata itu diartikan Kiai Bisri Mustofa dalam Al-Ibriz sebagai orang yang tidak tahu. Sebab, Nabi merupakan sosok yang maksum, terjaga dari dosa, baik sebelum maupun setelah diutus.

Gus Baha juga menyampaikan bahwa nikmat yang harus diceritakan sebagaimana disebutkan dalam ayat terakhir surat Ad-Dhuha, adalah Al-Qur'an dan kenabian Muhammad SAW.

(ori)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 17 Juli 2026
Imsak
04:35
Shubuh
04:45
Dhuhur
12:02
Ashar
15:24
Maghrib
17:56
Isya
19:09
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan