Kepala Pusat Mahad Al Jamiah UIN Syarif ini mengkritik perilaku sekelompok umat Islam yang gemar membidah-bidahkan. Menurutnya, perilaku tersebut tidak mencerminkan mengikuti sunnah Rasulullah yang penuh kasih sayang.
Masjid Agung Sunda Kelapa menggelar kajian Islam bertajuk The Last Messenger. Acara pengajian ini dihadiri sejumlah ulama besar pada Rabu 5 Oktober 2022.
Ada 2 amalan sunnah di bulan maulid, salah satunya yakni memperbanyak shalawat, karena menjadi momentum mengingat perjuangan Nabi SAW menyebarkan Islam.
Para ulama dan generasi salaf pun umumnya tidak ada yang mengeluarkan fatwa bahwa kelahiran Nabi Muhammad SAW seharusnya dirayakan. Akan tetapi kaum mukmin juga tidak seharusnya menutup mata dengan adanya fatwa dari sebagian ulama yang memerbolehkan maulid Nabi dengan dalih bid'ah hasanah.
Ustadz Adi Hidayat menjelaskan, perayaan Maulid Nabi SAW sudah dilakukan sejak pertengahan 500 Hijriah. Sebab sebagian umat mulai melupakan sosok Rasulullah.
Ustadz Adi Hidayat menjelaskan, ada perbedaan antara kata maulid dan maulud. Kedua kata ini digunakan untuk memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW.
Akhir bulan September sampai Oktober 2022 nanti disebut juga bulan Maulid Nabi SAW. Sebab dalam kalender hijriah per Selasa (27/9/2022) masuk bulan Rabiul Awal.
GAPI adalah wadah penyambung ikatan antar pengasuh pesantren, interaksi pemikiran dan kerjasama pengembangan pesantren. Keanggotaan GAPI adalah para pengasuh pesantren.
Menurut Wamenag, kepedulian antara lain tercermin dari misi kenabian untuk membebaskan umat dari ketertindasan, baik kemiskinan, kebodohan maupun keterbelakangan.
Hukum memperingati Maulid Nabi merupakan perkara khilafiyah dan ijtihadiyah. Tidak ada dalil secara tegas melarang atau menganjurkan perayaan momentum tersebut.