LANGIT7.ID, Jakarta - Akhir bulan September sampai Oktober 2022 nanti disebut juga bulan
Maulid Nabi SAW. Sebab dalam kalender hijriah per Selasa (27/9/2022) masuk bulan Rabiul Awal.
Maulid Nabi SAW adalah momentum mengenang hari
kelahiran Rasulullah yang menjadi teladan umat Islam. Dalam beberapa riwayat, manusia paling agung tersebut lahir pada 12 Rabiul Awal pada tahun gajah atau sekitar 570 masehi.
Umat Islam di Indonesia biasa menggelar peringatan kelahiran Rasulullah selama 2 hari yakni H-1 dan saat hari H. Merujuk pada penanggalan hijriah, tanggal 12 Rabiul Awal jatuh pada 8 Oktober 2022. Namun berbagai kegiatan keagamaan sudah dimulai sejak tanggal 7 Oktober 2022 atau sehari sebelumnya.
Baca Juga: Peringatan Maulid Nabi Jadi Momentum Penguatan UmmatBerdasarkan SKB 3 Menteri No 963 Tahun 2021, No 3 Tahun 2021 dan No 4 Tahun 2021 tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama, peringatan Maulid Nabi SAW jatuh pada Sabtu, 8 Oktober 2022, ditetapkan sebagai tanggal merah.
Sayyid Muhammad bin Alawi Al-Maliki Al-Hasani dalam Mafahim Yajibu An-Tushahla berpendapat, sesungguhnya mengadakan maulid nabi merupakan tradisi dari tradisi-tradisi yang baik.
Maulid nabi mengandung banyak manfaat dan faedah yang kembali kepada manusia, sebab adanya karunia yang besar. Oleh karena itu, dianjurkan dalam syara’ dengan serangkaian pelaksanaannya.
Sementara itu pendakwah Ustadz Adi Hidayat menjelaskan, maulid nabi adalah suatu momentum yang mengajak umat Islam mengingat baginda nabi.
Upaya itu dilakukan dalam bentuk taklim yang membahas sejarah dan kepribadian Rasulullah, mengulas ajaran beliau, memperbanyak shalawat, dan ibadah lain yang sesuai tuntunan Al-Qur’an dan Sunnah.
UAH meminta masyarakat untuk tidak langsung menilai maulid nabi sebagai bid’ah. Momentum maulid nabi diisi dengan taklim yang mengajak umat mengingat perjuangan Rasulullah dan ajaran syariat Islam.
"Jika yang dimaksudkan adalah nilai-nilai ini, maka sejak dulu sudah ada," kata UAH kanal youtube Akhyar TV, dikutip Selasa (27/9/2022).
(bal)