LANGIT7.ID, Jakarta -
Ustadz Adi Hidayat menjelaskan, perayaan Maulid Nabi SAW sudah dilakukan sejak pertengahan 500 Hijriah. Sebab sebagian umat mulai melupakan sosok Rasulullah.
"Ketika
Nabi Muhammad SAW wafat, perjuangan diteruskan oleh sahabat dan orang salih pada masa itu. Hingga sampailah orang-orang mulai lupa dengan ajaran dan perjuangan beliau," kata dia dikanal YouTubenya, dikutip Rabu (28/9/2022).
Menurutnya, ketika orang mulai lupa maka mereka menyimpang dari kehidupannya. Bahkan sempat terjadi krisis pada masa tertentu di mana orang mulai lupa dengan perjuangan Nabi Muhammad SAW.
Baca Juga: Begini Penjelasan Ustadz Adi Hidayat soal Maulid dan Maulud"Maka momentum lahirnya Nabi dihidupkan kembali di masa tersebut untuk mengenalkan kembali sosok Nabi SAW," jelasnya.
Dai berusia 38 tahun itu menambahkan, salah satu pendapat mengatakan, masa memperkenalkan Nabi SAW kembali dimulai pada masa 549 H sampai 638 H di Irak.
Di masa itu generasi muda sudah mulai lupa dengan Nabi dan ajarannya. Maka dikumpulkan lah para ulama, ahli tasawuf, alim, dan ustadz supaya menjelaskan keutaman Nabi SAW.
"Dalam perkumpulan itu ada yang buat syi'ir juga kasidah, mereka menerangkan perihal kehidupan Nabi sedari awal kecil sampai wafatnya," jelasnya.
Dalam pendapat lain, masa memperingati maulid Nabi dilakukan pada masa 567 H sampai 640 H. Hal itu dibangkitkan oleh Salahuddin al Ayyubi, seorang panglima hebat dalam Islam yang membebaskan Palestina dan namanya tercatat dalam sejarah.
"Beliau pernah membangkitkan bagian dari pasukannya dengan menghidupkan untuk mengenali Nabi Muhammad SAW. Sampai dikenal dengan Dzikra Maulidin Nabi."
"Kemudian 'dzikra' dihilangkan dan dipakai maulid Nabi. Sebab yang terpenting itu mengenal Nabinya, bukan sekadar mengingatnya," tambahnya.
(bal)