LANGIT7.ID, Jakarta -
Ustadz Adi Hidayat menjelaskan, ada perbedaan antara kata maulid dan maulud. Kedua kata ini digunakan untuk memperingati hari kelahiran
Nabi Muhammad SAW.
Namun sebenarnya, mana kata yang tepat untuk memperingati
hari kelahiran Nabi Muhammad SAW, maulid atau maulud?
"Maulid Nabi artinya waktu kelahiran Nabi, sedangkan maulud artinya sosok yang dilahirkan, yaitu Nabi Muhammad SAW," kata dia dikanal YouTubenya, dikutip Rabu (28/9/2022).
Berdasarkan pengertian tersebut, lanjut dai 38 tahun itu, setiap muslim tidak bisa menentang maulud maupun maulid. Artinya, sudah seharusnya kaum muslimin menerima maulud dan maulid Nabi.
Baca Juga: Pengertian Maulid Nabi SAW, Tahun 2022 Diperingati 7-8 Oktober"Jadi kalau ditanya apa hukumnya maulud, apa hukumnya Nabi? Nabi yang lahir tidak ada hukumnya," kata dia.
Sebab dalam pengertian bahasa, maulid artinya waktu kelahiran Nabi. Sedangkan maulud adalah sosok Nabinya.
Adapun maulid atau waktu dilahirkannya Nabi SAW, ulama sepakat Nabi lahir pada hari Senin. Di hari itu pula menjadi alasan Rasulullah sering melakukan puasa sunnah.
"Rasulullah SAW ditanya tentang puasa di hari Senin. Beliau menjawab, "Hari itu aku dilahirkan, dan hari itu aku diutus, serta Al Qur'an diturunkan padaku." (HR Muslim).
(bal)