Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono mengatakan bahwa rencananya dia akan menghadiri proses pemakaman mantan pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengkritik kegagalan komunitas internasional, dalam menghentikan Israel menyerang sejumlah negara di kawasan tersebut. Ia juga menyoroti ketidakstabilan yang melanda Timur Tengah.
Iran telah memperingatkan Amerika Serikat dan Israel agar tidak melancarkan serangan terhadap Iran selama berlangsungnya prosesi pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
Prosesi pemakaman Ayatollah Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran diperkirakan menjadi salah satu pemakaman publik terbesar dalam sejarah modern. Proses ini dijadwalkan berlangsung selama kurang lebih tujuh hari berturut-turut.
Prosesi pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei dimulai pada Jumat (3/7) dan dihadiri perwakilan lebih dari 100 negara. Informasi ini disampaikan oleh media penyiaran resmi pemerintah Iran, IRIB. Apakah Indonesia termasuk di dalamnya?
Iran memasuki babak baru usai perang dengan AS dan Israel. Kepemimpinan baru, peluang diplomasi, serta masa depan Timur Tengah menjadi sorotan di tengah gencatan senjata yang masih rapuh.
Pemakaman kenegaraan Ali Khamenei di Teheran diperkirakan dihadiri perwakilan lebih dari 100 negara. Prosesi selama tujuh hari berlangsung di Iran dan Irak dengan pengamanan ketat.
Upacara pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei akan dimulai Sabtu, 4 Juli. Diperkirakan ada lebih dari 20 juta orang bakal memadati Teheran, Iran untuk menghadiri pemakaman. Namun Mojtaba Khamenei dikabarkan tidak akan hadir di sana dengan alasan keamanan.
Kesepakatan telah secara resmi mengakhiri pertempuran antara Amerika Serikat (AS) dan Israel melawan Iran. Namuan begitu, negosiasi yang lebih sulit baru saja dimulai.
Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei dijadwalkan pada awal Juli 2026 dan akan berlangsung di Irak. Disebutkan pula bahwa jenazah akan diarak mulai dari Iran hingga Irak, namun belum ada inforrmasi pasti mengenai lokasi. Bagaimana fakta sebenarnya?
Kesepakatan AS-Iran mencakup pembentukan dana investasi swasta senilai US300 miliar untuk mendukung rekonstruksi dan pembangunan ekonomi Iran, termasuk sektor energi, logistik, manufaktur, dan infrastruktur.
Kesepakatan awal antara Amerika Serikat dan Iran untuk mengakhiri konflik disambut positif oleh banyak negara dunia. Sejumlah pemimpin internasional berharap langkah ini membuka jalan menuju perdamaian Timur Tengah, stabilitas energi global, dan keamanan Selat Hormuz.
Amerika Serikat dan Iran dikabarkan semakin dekat mencapai kesepakatan untuk mengakhiri konflik selama tiga bulan. Perjanjian itu mencakup isu program nuklir Iran, pembukaan Selat Hormuz, hingga pelonggaran sanksi ekonomi.